• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi terkoreksi pada perdagangan Kamis (19/10). Sementara pada perdagangan Rabu (18/10) IHSG ditutup dengan pelemahan 11,3709 atau 0,17 persen ke level 6.927,906.

Menurut Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, IHSG diperkirakan fluktuatif di 6.930-6.950.

“Secara teknikal, pergerakan IHSG masih tertahan oleh batas atas pivot di 6950. Stochastic RSI kembali memasuki overbought area,” tutur Alrich dalam risetnya pada Kamis (19/10).

Menurutnya sentimen positif berasal dari realisasi data-data ekonomi Tiongkok yang mayoritas berada di atas ekspektasi.

Data-data ekonomi tersebut di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9 persen yoy di kuartal III/2023, lebih baik dari perkiraan di 4,4 persen yoy dan pertumbuhan penjualan ritel sebesar 5,5 persen yoy, lebih tinggi dari perkiraan di 4,9 persen yoy.

Sementara itu, dari dalam negeri, pasar mengantisipasi rilis hasil RDG BI (19/10).

“RDG BI diperkirakan kembali menahan suku bunga acuan di 5,75%. Akan tetapi, pasar mengantisipasi pandangan BI terhadap kondisi ekonomi ke depan, terutama terkait tren pelemahan nilai tukar Rupiah satu bulan terakhir,” tutup Alrich.

Dalam hal ini, Alrich kemudian merekomendasikan saham-saham yang dapat dicermati di Kamis (19/10) meliputi PGEO, SRTG, BBCA, HEAL, BIRD dan SMRA.

Senada dengan Alrich, CEO Yugen Bertumbuh Sekurutas William Surya Wijaya juga memproyeksikan hal yang sama. Meskipun menurutnya IHSG bergerak di fluktuatif pada 6.789-6.978.

“Jelang rilis tingkat Suku Bunga pada hari ini disinyalir masih belum terdapat perubahan, sedangkan pola gerak IHSG saat ini terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar,” kata William dalam risetnya pada Kamis (19/10).

Lebih lanjut William menjelaskan kondisi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang akan lebih bersifat konsolidatif sehingga risiko terjadinya koreksi wajar masih perlu diwaspadai oleh para investor.

Kendati demikian, menurutnya selama support level dapat dipertahankan maka momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek.

William merekomendasikan saham-saham BBRI, ITMG, UNVR, TBIG, ASII, SMRA, AKRA dan ASRI untuk para investor pada Kamis (19/10).

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *