• Oktober 21, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Wanita bertangan cyborg pertama di dunia. Foto: Ortiz-Catalan dkk., Sci. Rob., 2023
Wanita bertangan cyborg pertama di dunia. Foto: Ortiz-Catalan dkk., Sci. Rob., 2023

Buat saya, penelitian ini sangat berarti. Membuat hidup saya lebih baik.– Karin, pasien pemasangan tangan bionik –

Kata-kata di atas, mungkin terdengar biasa buat kebanyakan orang. Namun, bagi Karin (50) wanita asal Swedia, kalimat itu amatlah bermakna bagi hidupnya.

Karin mendapat ‘tiket emas’ menjadi pionir untuk studi tangan bionik mirip robot paling mutakhir. Tangan bionik ini agak berbeda dari yang telah dibuat oleh manusia sebelumnya, lantaran langsung ditanam di tulang.

Karin kehilangan lengan kanannya saat kecelakaan di ladang pertanian 20 tahun yang lalu. Sejak saat itu, ia menggunakan tangan palsu. Namun seiring berjalannya waktu, Karin merasa merasa itu tidak praktis.

Karin terus menghadapi masalah dengan rasa sakit yang menyiksa pada anggota tubuh palsu tersebut.

“Rasanya seperti saya terus-menerus memasukkan tangan saya ke dalam penggiling daging, yang menciptakan tingkat stres yang tinggi. Saya harus mengonsumsi berbagai obat penghilang rasa sakit dalam dosis tinggi,” kata Karin dilansir Live Science.

Beberapa tahun yang lalu, dia ditawari kesempatan untuk menerima tangan bionik baru. Tangan ini dimodifikasi melalui pembedahan agar dapat menyatu erat dengan tubuhnya.

Proyek tangan bionik ini melibatkan sebuah tim internasional yang terdiri dari ilmuwan, ahli bedah, dan insinyur. Mereka mencoba mengembangkan interface baru yang menghubungkan antara manusia dan mesin.

Interface ini memungkinkan prostesis dipasang langsung ke anggota tubuh pasien, menghubungkan tangan bionik baru ke saraf dan otot melalui jaringan elektroda yang ditanam.

Wanita bertangan cyborg pertama di dunia. Foto: Ortiz-Catalan dkk., Sci. Rob., 2023
Wanita bertangan cyborg pertama di dunia. Foto: Ortiz-Catalan dkk., Sci. Rob., 2023

Dengan bantuan implan neuromuskuloskeletal, pasien dapat menggerakkan tangan prostetiknya dengan pikirannya. Hal ini membuat pasien dapat mengambil benda dan memainkan jari-jarinya sesuka hati.

Kerja keras tim berbuah manis. Karin sukses belajar menggunakan tangan bioniknya dan mampu mengerjakan 80 persen tugas sehari-harinya. Rasa tak nyaman yang dirasakannya dulu pun hilang.

“(Saya) memiliki kontrol yang lebih baik terhadap prostesis saya, namun yang terpenting, rasa sakit saya telah berkurang. Saat ini, saya membutuhkan lebih sedikit obat,” katanya dilansir Live Science.

“Buat saya, penelitian ini sangat berarti. Membuat hidup saya lebih baik,” kata Karin.

Para peneliti sama-sama senang dengan hasil ini. Salah satu tantangan terbesar dari proyek ini adalah menyatukan tulang alami dengan tangan buatan, yang dicapai melalui osseointegrasi.

Tangan titanium

Wanita bertangan cyborg pertama di dunia. Foto: Ortiz-Catalan dkk., Sci. Rob., 2023
Wanita bertangan cyborg pertama di dunia. Foto: Ortiz-Catalan dkk., Sci. Rob., 2023

Tangan bionik Karin terbuat dari bahan titanium. Titanium tidak hanya kuat, tetapi juga memiliki sifat yang memungkinkannya berikatan dengan materi tulang.

Kombinasi ini menciptakan sambungan mekanis yang kokoh. Tim menggabungkan tangan bionik ke dua tulang lengan bawah, radius dan ulna. Dengan hati-hati mereka memastikan keduanya terpasang secara merata dan sejajar sempurna.

“Karin adalah orang pertama yang mengalami amputasi bawah siku yang menerima konsep baru berupa tangan bionik terintegrasi. (Tangan ini) dapat digunakan secara mandiri dan andal dalam kehidupan sehari-hari,” kata Profesor Max Ortiz Catalan, peneliti utama dan kepala penelitian prostetik saraf di Bionics Institute di Australia, serta pendiri Centre for Bionics and Pain Research (CBPR) di Swedia.

“Fakta bahwa dia dapat menggunakan prostesisnya dengan nyaman dan efektif dalam aktivitas sehari-hari selama bertahun-tahun merupakan bukti yang menjanjikan akan potensi kemampuan yang mengubah hidup dari teknologi baru ini bagi individu yang menghadapi kehilangan anggota tubuh.”

Karin adalah satu dari tiga pasien yang terdaftar dalam proyek ‘Dexterous Transradial Osseointegrated Prosthesis with neural control and sensory feedback’ (DeTOP).

Proyek ini didanai oleh Komisi Uni Eropa. Para peneliti berharap prostetik berteknologi tinggi ini dapat tersedia bagi siapa pun yang membutuhkannya.

“Dengan menggabungkan osseointegrasi dengan bedah rekonstruktif, elektroda yang ditanamkan, dan AI (kecerdasan buatan), kita dapat memulihkan fungsi manusia dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.” kata Profesor Rickard Brånemark, afiliasi penelitian di MIT, profesor di Universitas Gothenburg, dan CEO Integrum.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Science Robotics dengan judul ‘A highly integrated bionic hand with neural control and feedback for use in daily life’

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *