• Oktober 28, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Aktivitas seorang penyapu jalan yang sedang membersihkan kawasan destinasi Benteng Kuto Besak di tengah kabut asap yang makin menebal di Palembang, Foto: ary priyanto/urban id
Aktivitas seorang penyapu jalan yang sedang membersihkan kawasan destinasi Benteng Kuto Besak di tengah kabut asap yang makin menebal di Palembang, Foto: ary priyanto/urban id

Kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) kembali memburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Berdasarkan indeks standar pencemar udara (ISPU) yang diterima Urban. Id, udara Palembang berstatus berbahaya atau menghitam pada angka 313 yang terjadi pada pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya angka ISPU mulai naik menjadi berbahaya sejak pukul 00.00 WIB. Diduga penyebabnya karena Karhutla yang masih masih terjadi di Palem Raya, Jungkal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI).

"Benar (kualitas udara berbahaya atau hitam)," kata Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera, Ferdian, Sabtu (28/10).

Hingga pukul 10.50 WIB, jumlah hotspot di Sumsel yang terdata di aplikasi Lapan mencapai 415 titik. Terbanyak di OKI, 164 hotspot di lahan gambut dan 110 hotspot di lahan mineral.

Ferdian menuturkan beberapa hutan dan lahan kembali terbakar, seperti terjadi di OKI dan OI. Bahkan diprediksi potensi karhutla akan terus terjadi.

"Kondisi sore kemarin (27/10) di Semambu, wilayah Palem Raya dan Jungkal masih pemadaman. Kondisi kemarin sore sumber airnya minim, jadi tidak tuntas pemadaman. tanki tidak bisa masuk sampai TKP, juga untuk back up-nya," jelas Ferdian.

Sebelumnya, Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni mengungkapkan, upaya Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) di Sumsel kembali diperpanjang untuk keempat kalinya.

Meski sempat terjadi hujan dalam beberapa hari terakhir, permasalahan hingga kini belum teratasi.

"TMC diperpanjang hingga 4 November 2023," ujar Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni.

Menurutnya, hotspot di Sumsel masih fluktuatif naik turun. Untuk itu Pemprov Sumsel terus berupaya semaksimal mungkin dalam penanganan Karhutla.

Ia berharap, TMC yang dilakukan bisa semakin memperbesar potensi hujan yang ada. Terlebih berdasarkan prediksi BMKG diakhir Oktober hingga awal November potensi awan penghujan cukup tinggi.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *