• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Seorang pramugari berada di kursi penumpang pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Seorang pramugari berada di kursi penumpang pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

PT Garuda Indonesia Tbk (GIIA) melakukan peningkatan frekuensi penerbangan pada rute-rute penerbangan yang menjadi preferensi utama pilihan pengguna jasa jelang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).

Langkah peningkatan frekuensi rute penerbangan tersebut dilakukan secara bertahap pada periode November hingga Desember tahun ini. Di bulan depan, rute yang frekuensi penerbangannya akan ditingkatkan di antaranya Narita-Denpasar (pp) dari yang sebelumnya 5 kali seminggu menjadi 7 kali seminggu.

Lalu rute Guangzhou-Jakarta (pp) yang sebelumnya dilayani 3 kali seminggu akan menjadi 4 kali seminggu, Shanghai-Jakarta (pp) yang sebelumnya dilayani 2 kali seminggu akan menjadi 3 kali seminggu, Melbourne-Denpasar (pp) yang sebelumnya dilayani 3 kali setiap minggunya menjadi 4 kali per minggu, dan Singapura-Denpasar (pp) yang sebelumnya dilayani 5 kali dalam seminggu menjadi 7 kali seminggu.

Sedangkan di Desember 2023, Garuda Indonesia juga berencana untuk menambah frekuensi pada rute Sydney-Jakarta (pp) yang sebelumnya dilayani 4 kali dalam seminggu menjadi 5 kali setiap minggu, Seoul-Denpasar pp yang yang sebelumnya dilayani 2 kali setiap minggunya menjadi 4 kali setiap minggu serta Sydney-Denpasar (pp) yang sebelumnya dilayani sebanyak 4 kali setiap minggu menjadi 5 kali setiap minggunya.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta, bersama dengan President & CEO Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, CEO Capital A, Tony Fernandes, Rabu (27/9/2023). Foto: Garuda Indonesia
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta, bersama dengan President & CEO Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, CEO Capital A, Tony Fernandes, Rabu (27/9/2023). Foto: Garuda Indonesia

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan langkah perluasan jaringan penerbangan guna memaksimalkan momentum pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Selain itu, menurutnya penambahan frekuensi penerbangan pada sejumlah rute penerbangan ini selaras dengan langkah berkelanjutan Garuda Indonesia dalam merealisasikan peningkatan kapasitas produksi serta memaksimalkan potensi kunjungan wisatawan asing menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

"Dengan tren jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang menembus 1 juta wisatawan per bulannya pada akhir Semester 1-2023 lalu, kiranya peningkatan frekuensi penerbangan internasional ini dapat mendukung realisasi target kunjungan wisatawan mancanegara hingga 8,5 juta orang hingga akhir tahun 2023 nanti," kata Irfan dalam keterangannya pada Kamis (19/10).

Ilustrasi Garuda Indonesia.. Foto: Ryan Fletcher/Shutterstock
Ilustrasi Garuda Indonesia.. Foto: Ryan Fletcher/Shutterstock

Irwan menyebut, sejalan dengan momentum kebangkitan sektor pariwisata nasional, Garuda Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan trafik penumpang khususnya pada sektor penerbangan internasional.

Menurutnya hingga awal kuartal III 2023 lalu, Garuda Indonesia mencatatkan pertumbuhan penumpang rute internasional hingga mencapai 215 persen menjadi 859.061 penumpang, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (year on year/YoY).

"Dengan peluang pertumbuhan penumpang rute internasional yang terus menunjukkan potensi yang menjanjikan, kami cukup optimis pada akhir tahun 2023 mendatang khususnya melalui momentum libur akhir tahun, jumlah penumpang dapat tumbuh hingga 30 persen dibandingkan dengan periode akhir tahun lalu," tutup Irfan.


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *