• Oktober 23, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 108,259 poin atau 1,58 persen ke level 6.740,809 pada perdagangan Senin (23/10) pukul 10.19 WIB jelang deklarasi Gibran Rakabuming sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Mengutip data RTI, 419 pergerakan saham menurun, 118 saham di zona hijau, dan 158 saham mengalami stagnan. Frekuensi transaksi sebanyak 594.607 kali dengan nilai mencapai Rp 3,40 triliun.

Pilarmas Investindo Sekuritas juga mencermati stabilitas politik merupakan salah satu hal yang utama yang harus diperhatikan untuk menjaga perekonomian untuk tetap berjalan maju. Oleh karenanya, politik sendiri tidak bisa dihilangkan pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia.

“Capres juga sudah punya pasangannya masing masing, sehingga tentu akan jauh lebih mudah untuk melihat, membandingkan, dan menerawang arah selanjutnya dari perekonomian Indonesia pada tahun tahun mendatang,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (23/10).

Secara sentimen, solidnya perekonomian Indonesia menjelang pesta demokrasi tahun depan masih memberikan daya tarik bagi para investor untuk berinvestasi di dalam negeri.

“Hal ini tercermin dengan pencapaian realisasi investasi periode Juli-September atau kuartal III 2023,” sambungnya.

Sementara itu, Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya, mengatakan selain soal sentimen capres-cawapres, bursa saham juga dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang di luar proyeki analis.

"Lalu Pak PBW (Prabowo) pasangannya enggak sesuai ekspektasi pasar, apalagi kemrin sempat beredar foto pendaftarannya. Jadi market lagi menerka dengan posisi capres dan cawapres sekarang, gimana prospek ekonomi dan bisnis ke depannya," jelas Cheryl.

Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, menjelaskan bahwa penurunan IHSG pagi ini sudah diproyeksi, sejalan dengan adanya sentimen domestik maupun luar negeri.

"Kalau secara teknikal koreksi ini sejalan dengan proyeksi saya di report harian dimana potensi terbentuknya wave b memang bisa mencapai 6.747 yang mana sudah tercapai dan jika daily close di bawah level tersebut tampaknya akan ada peluang kembali terseret ke level support Fibonacci berikutnya yakni di 6.666," tambahnya.

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi periode Juli-September atau kuartal III-2023 senilai Rp 374,4 triliun dan secara kumulatif dari Januari-September 2023 telah terkumpul Rp 1.053,1 triliun atau 75,2 persen dari target Rp 1.400 triliun.

“Pencapaian tersebut tentunya perlu diapresiasi sebab hal ini menunjukkan adanya kepercayaan dunia usaha untuk berinvestasi di dalam negeri,” lanjutnya.

Selain itu, capaian ini akan memberikan positif karena akan berimbas pada bertambahnya lapang usaha dan tenaga kerja sehingga akan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *