• Oktober 31, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Jembatan kaca maut di Banyumas, Rabu (25/10/2023). Foto: Sumarwoto/ANTARA

Polisi memeriksa dosen teknik sipil Universitas Jenderal Soedirman, Nor Intang Setyo Hermanto, sebagai ahli dalam perkara jembatan maut The Geong Banyumas.

“Saya menyampaikan (ke polisi) bahwa untuk bisa memastikan penyebab kacanya runtuh maka bahan itu, terutama kacanya itu, harus diuji di lab uji beban,” kata Nor saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (31/10).

Sejauh ini yang diketahui soal jembatan kaca itu adalah tebal kaca 1,2 centimeter (cm). Menurut Nor, itu tidak bisa serta merta menjadi penyebab kaca pecah.

“Saya belum bisa memastikan, harus diuji dulu. Bisa jadi kuat, kan buktinya yang satu lapis di Tegal juga kuat,” ujar Nor.

Namun, Nor menyinggung soal dugaan kaca pada jembatan kaca The Geong tersebut menggunakan kaca bekas.

“Iya. Kan ada lubang-lubangnya, kayak bekas nganu, foto saya ada, saya bawa, dicek di situ. Jadi ada bekas, kemudian antar-kaca satu itu, warnanya ada yang bening, ada yang kusam ini,” ujar Nor.

Nor melanjutkan, “Tapi bisa kaca bekas belum menjamin, belum tentu dia kualitasnya turun. Tapi kan dia bekas, bisa jadi ya 80 persen atau enggak masalah. Hanya yang ditekankan di sini itu adalah kaca itu, sifat kaca kan mudah pecah.”

Jembatan Kaca Tidak Pakai Laminated Glass

Menurut Nor, kaca pada jembatan kaca The Geong bukan laminated glass. “Dia tidak boleh kalau bukan kaca laminated, begitu, itu standarnya PU,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi menyebut jembatan kaca itu menggunakan laminated glass 1 lapis, dan polisi menyatakan seharusnya jembatan kaca itu menggunakan laminated glass 3 lapis agar aman.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *