• Oktober 31, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, M Jusuf Kalla saat konferensi tentang perdamaian dunia, EU Community of Practice on Peace Mediation, di Brussel, Belgia pada Kamis (19/10/2023). Foto: Dok. Istimewa
Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, M Jusuf Kalla saat konferensi tentang perdamaian dunia, EU Community of Practice on Peace Mediation, di Brussel, Belgia pada Kamis (19/10/2023). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla, alias JK mengungkap bahwa dirinya berencana mengunjungi Israel dan Palestina. JK akan terbang pada 15 November mendatang.

"Tanggal 15 ini (November) kalau enggak ada perang ke Israel Palestina," kata JK saat menjadi pembicara dalam seminar internasional kemerdekaan Palestina yang diadakan PKS secara daring, Selasa (31/10).

JK membeberkan maksud kunjungan dirinya ke Israel dan Palestina. Ia dan para pihak terkait akan duduk bersama membahas agar konflik Israel-Palestina yang pecah sejak 7 Oktober bisa diredam.

"Berbicara bagaimana mereka minta masukan, suatu pandangan dan juga peran Indonesia," ucap JK.

Warga Palestina bereaksi di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Kamis (26/10/2023). Foto: Mohammed Salem/REUTERS
Warga Palestina bereaksi di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Kamis (26/10/2023). Foto: Mohammed Salem/REUTERS
Warga Palestina berlarian di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Kamis (26/10/2023). Foto: Mohammed Salem/REUTERS
Warga Palestina berlarian di lokasi serangan Israel terhadap rumah-rumah, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, Kamis (26/10/2023). Foto: Mohammed Salem/REUTERS

JK menuturkan, saat ini Israel sudah mulai melobi negara Arab seperti Saudi hingga Uni Emirat Arab untuk membuka diplomasi. JK menyebut, dirinya pernah berbicara dengan rakyat Israel.

Menurutnya, rakyat Israel sebenarnya tidak ingin perang. Bahkan JK menyebut, rakyat Israel sudah bosan dengan perang karena menelan biaya besar.

"Mereka sendiri bosan, capek, biaya besar. Saya pernah tanya sama mereka, apakah mau perang? Tidak kami mau damai karena selalu khawatir," tutur JK.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *