• Oktober 25, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dalam debat kampanye presiden 2020 pertama dengan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden di Cleveland, Ohio, AS, Selasa (29/9). Foto: Reuters
Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dalam debat kampanye presiden 2020 pertama dengan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden di Cleveland, Ohio, AS, Selasa (29/9). Foto: Reuters

Presiden Joe Biden menuai kritik dari kelompok Muslim-Arab Amerika Serikat. Mereka kecewa atas respons Biden terhadap perang Israel-Hamas.

Oleh kelompok Muslim-Arab AS, Biden dipandang tidak melakukan langkah pencegahan yang cukup. Akibatnya, Biden berpotensi kehilangan dukungan umat Muslim pada pemilu 2024 mendatang.

Kritikan terhadap Biden datang dari berbagai lapisan masyarakat Muslim di AS mulai dari akademisi, aktivis, sampai pejabat pemerintahan.

Seorang pengunjuk rasa mengacungkan papan bergambar Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Hannah McKay/REUTERS
Seorang pengunjuk rasa mengacungkan papan bergambar Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Hannah McKay/REUTERS

Biden pun berpotensi kehilangan suara umat Muslim yang pada pemilu sebelumnya dijadikan salah satu faktor pendukung kemenangannya atas Donald Trump. Biden dan Trump diprediksi akan kembali bertemu pada pemilu 2024.

Data dari Institut Amerika Arab di salah satu wilayah perebutan suara, Michigan, kelompok Muslim serta Arab jumlahnya mencapai 5 persen dari populasi.

Sedangkan di negara bagian yang jadi pusat pertempuran lainnya di AS, Pennsylvania sampai Ohio, jumlah pemilih Muslim persentase mencapai 1,7 persen sampai 2 persen.

Pada Pemilu 2020, berkat dukungan umat Muslim, Biden berhasil menang di Michigan dan Pennsylvania. Kemenangan di Michigan dan Pennsylvania menjadi salah satu faktor keberhasilan Biden mengalahkan Trump.

Masjid Al Hikmah New York Foto: Andreas Gerry/kumparan
Masjid Al Hikmah New York Foto: Andreas Gerry/kumparan

Aktivis dan warga Muslim keturunan Gaza di AS, Laila El-Haddad, mengatakan Pemilu 2024 mendatang kondisinya akan berbeda bagi Biden. Pemilih Muslim sampai saat ini tidak menunjukkan kecenderungan akan memilih Trump.

Namun, warga Muslim pemegang hak suara berpotensi tidak lagi memilih Biden dan lebih pada tak menggunakan hak pilihnya.

"Saya pikir dia akan kehilangan Michigan," ucap El-Haddad seperti dikutip dari Reuters.

Perwakilan warga Muslim di AS menegaskan, permasalahan utama ada pada kekecewaan mereka bahwa Biden tidak mengutuk serangan udara Israel ke Gaza. Padahal saat Hamas menyerang Israel, Biden langsung mengutuk keras.

Jemaah melaksanakan salat Idul Fitri di lingkungan East Harlem, masjid Masjid Aqsa-Salam, New York, pada 17 Juli 2015.  Foto: Bryan R. Smith/AP Photo
Jemaah melaksanakan salat Idul Fitri di lingkungan East Harlem, masjid Masjid Aqsa-Salam, New York, pada 17 Juli 2015. Foto: Bryan R. Smith/AP Photo

Kelompok Muslim dan Arab AS kini ramai-ramai menagih janji Biden mengenai kebijakan luar negeri yang berpusat pada HAM.

Pada pekan lalu seorang mantan Direktur Eksekutif Asosiasi Arab-Amerika, Linda Sarsour, menyerukan kepada ratusan orang hadir pada acara Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) bahwa pemberian donasi kepada calon tertentu bisa diberikan bila ada perubahan kebijakan luar negeri.

Oleh karena itu, kini kelompok Muslim di AS menekan Biden untuk meminta Israel menghentikan serangan di Gaza.

Menyadari kekhawatiran warga Muslim AS terhadap kebijakan Biden, Gedung Putih merespons.

Gedung Puth menegaskan bahwa pejabat pemerintahan telah berulang kali menemui perwakilan Muslim. Pertemuan dipakai demi menjelaskan upaya Biden baik secara publik atau di belakang layar demi memastikan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.

"Sejak menjabat Biden kerap menyampaikan pidato terkait menghadapi segala jenis Ismlamofobia dan kebencian," tegas Gedung Putih.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *