• Oktober 23, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Kamala S. Lakhdhir, Calon Dubes AS untuk Indonesia. Foto: Dok.  State.gov
Kamala S. Lakhdhir, Calon Dubes AS untuk Indonesia. Foto: Dok. State.gov

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menunjuk seorang diplomat wanita keturunan India, Kamala Shirin Lakhdir, menjadi Duta Besar untuk RI yang baru, pada Jumat (20/10).

Lakhdir akan menggantikan posisi Sung Y. Kim yang sudah bertugas sebagai Duta Besar AS untuk RI sejak Oktober 2020.

Dikutip dari situs web resmi Kementerian Luar Negeri AS, Lakhdir telah mengabdi selama 30 tahun sebagai diplomat karier. Sebelum ini, Lakhdir menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Malaysia pada 2017 hingga 2021.

"Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Kantor Urusan Asia Tenggara Maritim, yang bertanggung jawab atas hubungan AS dengan Indonesia," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri AS.

Bergabung dengan Kementerian Luar Negeri AS pada 1991, Lakhdir pertama kali ditugaskan di Kedutaan Besar AS di Arab Saudi dan kemudian di Kedutaan Besar AS di Indonesia.

Sehingga, penempatan Lakhdir di Indonesia kali ini adalah yang kedua kalinya. Namun, untuk yang pertama sebagai seorang Duta Besar.

Saat ini, Lakhdir menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Kementerian Luar Negeri AS sejak 2021 hingga 2023. Adapun kedatangan Lakhdir ke Jakarta diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat.

Lantas, siapa sosok Kamala Shirin Lakhdir?

Dikutip dari The Hindu, keluarga Lakhdir berimigrasi dari Mumbai ke New York pada 1940-an. Dia lahir dan tumbuh besar di Westport, Connecticut, kemudian menempuh pendidikan sarjana di kampus bergengsi, Harvard University, pada 1986.

Setelah lulus dari Harvard, Lakhdir bergabung dengan Kementerian Luar Negeri AS pada 1991 dan pernah menjabat sebagai Direktur Kantor Urusan Asia Tenggara Maritim — yang bertanggung jawab atas hubungan AS dengan Indonesia.

Calon Dubes AS untuk Indonesia, Kamala S. Lakhdhir. Foto: Dok. Departemen Luar Negeri AS
Calon Dubes AS untuk Indonesia, Kamala S. Lakhdhir. Foto: Dok. Departemen Luar Negeri AS

"Pada awal kariernya, beliau menjabat sebagai Wakil Koordinator Staf Koordinasi Taiwan di Biro Urusan Asia Timur dan Pasifik," tambah pernyataan Kementerian Luar Negeri AS.

Pada 2001, Lakhdir pindah ke Beijing lalu bekerja di Kedutaan AS untuk China hingga 2005. Dia kemudian menjabat sebagai Asisten Khusus Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik di tahun 2005 hingga 2006. Pada 2007, Lakhdir meraih gelar S2 di National War College.

Dalam sebuah wawancara, Lakhdir mengaku minatnya berkarier di bidang hubungan internasional sudah dipupuk sejak kecil. Hal itu dikarenakan orang tua Lakhdir memiliki latar belakang pengalaman internasional dan sering bepergian ke luar negeri.

Menurut situs web Kementerian Luar Negeri AS, Lakhdir menguasai tiga bahasa: Inggris, Mandarin, dan Bahasa Indonesia.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *