• Oktober 25, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Sidang tuntutan Johnny G. Plate dkk dalam dugaan korupsi BTS Kominfo di PN Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2023). Foto: Hedi/kumparan
Sidang tuntutan Johnny G. Plate dkk dalam dugaan korupsi BTS Kominfo di PN Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2023). Foto: Hedi/kumparan

Mantan Menkominfo Johnny Plate dituntut 15 tahun penjara. Jaksa penuntut umum menilai politikus NasDem itu terbukti korupsi proyek penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung pada BAKTI Kominfo 2020-2022.

"Supaya majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan: menyatakan terdakwa Johnny Gerard Plate terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata jaksa membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (25/10).

"Menjatuhkan pidana pokok terhadap terdakwa Johnny Gerard Plate dengan pidana penjara selama 15 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," sambung jaksa.

Plate juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan serta uang pengganti sebesar Rp 17.848.308.000 subsider 7,5 tahun penjara.

Mantan Menkominfo Johnny G Plate menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi BTS 4G dengan terdakwa Irwan Hermawan, Galumbang Menak Simanjuntak, dan Mukti Ali di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (27/9). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Mantan Menkominfo Johnny G Plate menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi BTS 4G dengan terdakwa Irwan Hermawan, Galumbang Menak Simanjuntak, dan Mukti Ali di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (27/9). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Dalam dakwaan, Plate disebut menyetujui perubahan dari 5.052 site desa untuk program BTS 4G untuk tahun 2020-2024, menjadi 7.904 site desa untuk tahun 2021-2022. Perubahan itu disebut tanpa kajian pada Rencana Bisnis Anggaran yang merupakan bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Kominfo.

Bagi-bagi proyek pun terjadi. Ada sejumlah konsorsium yang terdiri dari beberapa perusahaan yang kemudian menggarap proyek BTS itu.

Plate disebut mengetahui progress proyek BTS tersebut melalui rapat yang dihadirinya sejak Maret hingga Desember 2021. Dalam setiap rapat, ia mendapat laporan kemajuan proyek.

Isi laporan itu menyatakan pekerjaan Penyediaan Infrastruktur BTS 4G dan Infrastruktur Pendukung Paket 1, 2, 3, 4, dan 5 mengalami keterlambatan/Deviasi Minus rata-rata (-40%). Bahkan dikategorikan sebagai kontrak kritis.

Namun Plate disebut tetap menyetujui untuk membayarkan pekerjaan 100% dengan jaminan Bank Garansi dan memberikan perpanjangan pekerjaan sampai dengan 31 Maret 2022. Padahal tidak memperhitungkan kemampuan penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan.

Pada 18 Maret 2022, Plate mendapat laporan perkembangan progres proyek. Bahwa sampai bulan Maret 2022, pekerjaan belum selesai. Namun, Plate tetap meminta konsorsium yang menggarap proyek itu untuk melanjutkan pekerjaannya.

"Pembangunan BTS 4G sampai dengan 31 Maret 2022 hanya mampu menyelesaikan 1.112 site yang telah dilakukan BAPHP dari target 4.200 site," ujar jaksa.

"Konsorsium sudah mengembalikan uang dari proyek yang tidak selesai itu sebesar Rp 1.697.491.937.100," sambung jaksa.

Terdakwa kasus dugaan korupsi penyediaan menara BTS 4G dan infrastuktur Bakti Kominfo tahun 2020-2022 Anang Achmad Latif (kiri) mengikuti sidang lanjutan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (26/9/2023).  Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO
Terdakwa kasus dugaan korupsi penyediaan menara BTS 4G dan infrastuktur Bakti Kominfo tahun 2020-2022 Anang Achmad Latif (kiri) mengikuti sidang lanjutan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (26/9/2023). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO

Dalam proyek ini, sejumlah pihak mendapat keuntungan secara tidak sah. Termasuk Johnny Plate.

Dalam sidang yang sama, jaksa juga menuntut mantan Dirut BAKTI Kominfo Anang Achmad Latif dengan pidana penjara selama 18 tahun. Serta denda sebesar Rp 1 miliar subsider 12 bulan dan uang pengganti sebesar Rp 5 miliar subsider 9 tahun.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *