• Oktober 24, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/9/2023). Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/9/2023). Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan rapat terbatas (ratas) hari ini, Selasa (24/10). Salah satu yang dibahas mengenai insentif di sektor properti atau perumahan.

Pemberian insentif tersebut sebagai imbas dari menguatnya konflik global, krisis iklim, hingga ketatnya kebijakan moneter Amerika Serikat.

"Ini rapatnya belum, nanti rapatnya sore. Intinya kita ingin men-trigger ekonomi kita dengan memberikan insetif pada pembangunan perumahan, properti. Sehingga karena dari properti ini punya buntut banyak sekali," kata Jokowi di Hutan Kota by Plataran, Selasa (24/10).

Jokowi menyebut beberapa yang mendapatkan dampak bagus dari pembangunan perumahan seperti semen, batu bata, pasir, kaca, hingga keramik. Namun, ia menegaskan pemberian insentif tersebut harus rapatkan dulu sebelum diputuskan.

" Yang kita ingin berikan insentif pembebasan PPN untuk rumah dengan harga nanti akan diputuskan berapa miliar, misalnya Rp 2 miliar. Kemudian perumahan yang MBR untuk masyarakat penghasilan rendah akan diberikan insentif penghapusan uang adminsitrasi Rp 4 juta," ujar Jokowi.

"Tapi belum diputuskan ya, nanti sore diputuskan. Itu akan mendorong investasi di perumahan," tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah juga telah membebaskan PPN untuk rumah subsidi. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 60 Tahun 2023.

Dalam beleid tersebut, pemerintah membebaskan PPN sebesar 11 persen dari harga jual rumah tapak atau sekitar Rp 16 juta hingga Rp 24 juta per unit.

Adapun batasan harga jual maksimal rumah tapak yang diberikan pembebasan PPN menjadi antara Rp 162-234 juta untuk tahun ini. Selanjutnya harga jual rumah Rp 166-240 juta untuk 2024. Pada peraturan sebelumnya, batasan maksimal harga rumah tapak yang dibebaskan PPN adalah antara Rp 150,5-219 juta.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *