• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Foto: Rusman – Biro Pers Sekretariat Presiden

Menlu Retno Marsudi mempercepat lawatannya di China. Ia diperintahkan Presiden Jokowi menghadiri pertemuan luar biasa Organisasi Kerja Islam (OKI) di Jeddah untuk membahas krisis di Gaza.

Pertemuan darurat itu digelar pada Rabu (18/10). Pekan lalu OKI menyatakan, pertemuan darurat itu digelar atas undangan Arab Saudi demi membahas eskalasi situasi di Gaza.

Retno mengatakan, pada pekan ini dirinya dijadwalkan mendampingi Presiden Jokowi pada KTT Belt and Road Forum di Beijing.

Jokowi dan Menlu di peringatan HUT ke-50 ASEAN Foto: Yudhistira Amran/kumparan
Jokowi dan Menlu di peringatan HUT ke-50 ASEAN Foto: Yudhistira Amran/kumparan

"Keberadaan saya di Beijing terpaksa dipersingkat," kata Retno pada konferensi pers virtual pada Rabu (18/10).

"Bapak Presiden perintahkan saya untuk menghadiri Pertemuan Luar Biasa Tingkat Menteri Luar Negeri OKI untuk membahas situasi yang semakin memburuk di Gaza," jelas Retno.

Retno mengatakan, pada pertemuan darurat itu Indonesia tetap pada sikapnya meminta eskalasi kekerasan di Gaza dihentikan.

"Pesan yang terus disampaikan Indonesia sangat jelas: stop eskalasi, fokus pada masalah kemanusiaan, dan selesaikan akar masalah sesuai parameter internasional yang telah disepakati," kata dia.

"Pertemuan OKI di Jeddah ini sangat penting artinya untuk memperkokoh kesatuan posisi OKI dalam meng-address situasi di Gaza yang semakin memprihatinkan," ungkap Retno.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan usai pertemuan satu hari, seluruh negara anggota OKI sepakat mengecam para negara pendukung Israel. Sebab, mereka memberikan impunitas terhadap Israel yang bertanggung jawab atas meletusnya perang di Gaza.

Kami menyesalkan posisi internasional yang mendukung agresi brutal terhadap rakyat Palestina dan memberikan impunitas besar terhadap Israel, mengambil untung dari standar ganda yang memberikan kedok bagi kekuatan pendudukan," demikian pernyataan OKI.
]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *