• Oktober 24, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi siswa/siswi SMP. Foto: Rani Restu Irianti/Shutterstock
Ilustrasi siswa/siswi SMP. Foto: Rani Restu Irianti/Shutterstock

Jumlah siswa-siswi di Kabupaten Magetan yang menyayat lengan sendiri bertambah dari sebelumnya 76 pelajar menjadi hampir 200 pelajar, SD hingga SMP.

Jumlah terbesar ada di sebuah SMP di Kecamatan Ngariboyo dengan 76 anak. Ada satu sekolah lain yang jumlah siswa penyayat tangannya mencapai 30 anak.

"Ini memprihatinkan. Di usia-usia labil, masih mencari jati diri, kalau tidak didampingi ketat nanti salah jati diri," kata penjabat Bupati Magetan, Hergunadi, Selasa (24/10).

Motif

Kepala Dinas Kesehatan Magetan, dr. Rohmat Hidayat, mengatakan khusus untuk 76 siswa SMP di Ngariboyo, motif penyayatan tangan itu adalah permasalahan diri.

"Saat ditanya petugas apa yang menyebabkan lengannya begitu, jawaban mereka (para pelajar) ini mengejutkan sekali," ujar Rohmat.

"Mereka (para pelajar) sengaja melukai tangan sendiri dengan benda tajam karena ada permasalahan, depresi, masalah dengan orang tua, hingga percintaan atau persoalan dengan pacar," lanjut Rohmat.

Silet hingga Kaca

Benda yang dipakai untuk menyayat tangan, menurut Rohmat, beragam.

"Pecahan kaca, jarum, penggaris, dan benda lainnya," kata Rohmat. "Temuan ini mengejutkan semua pihak."

Pendampingan

Pemerintah Kabupaten Magetan meminta para orang tua dan guru bimbingan penyuluhan (BP) untuk lebih dekat mendampingi siswa-siswi itu. Juga, meningkatkan kegiatan ekstrakulikuler untuk mengarahkan para pelajar itu ke hal yang positif.

"Psikologi mereka ada yang salah. Tidak menutup kemungkinan lambat laun bila dibiarkan akan berbahaya, bisa berbuat lebih nekat misalnya hingga menyayat urat nadi jika ada permasalahan," kata Rohmat.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *