• Oktober 24, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Truk Isuzu Giga. Foto: dok. Isuzu
Robot-robot cekatan dengan ritme teratur merakit puluhan kabin truk yang bergerak linear. Pemandangan ini tampak kala kumparan mengunjungi pabrik utama Isuzu, Fujisawa Plant, di Kanawaga, Jepang, Senin (23/10).

Ini merupakan rangkaian agenda Media Trip Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebelum menghadiri Japan Mobility Show 2023 yang bakal digelar Rabu (25/10).

Fujisawa Plant ini berdiri di lahan seluas 100 hektar. Begitu penjelasan Ritsuko Kuramochi, tim Isuzu Fujisawa Plant yang mendampingi rombongan selama kunjungan.

Pabrik perakitan diesel ini berdiri sejak 1962. Prosedur kunjungan super ketat membuat wartawan tidak diperkenankan mengambil video dan gambar sama sekali.

Setiap harinya, kata Ritsuko, tak kurang dari 700 truk diproduksi di sini. Mulai dari jenis light, medium, heavy-duty truck, sampai teranyar truk listrik ramah lingkungan.

“Isuzu Fujisawa Plant mencatat produksi sebanyak 300.000 unit sepanjang tahun 2022. Diperkirakan meningkat menjadi 314.000 unit pada tahun 2023,” jelasnya.

Total angka produksi tersebut terdiri dari sebanyak 2.500 tipe kendaraan yang dihasilkan untuk dijual di pasar domestik dan juga ekspor. Tipe-tipe ini menyesuaikan kebutuhan negara yang jadi pasar tujuan.

Ilustrasi proses perakitan truk Isuzu. Dok: IAMI

Di samping sentuhan robot-robot, proses akhir dari perakitan kendaraan niaga itu masih menggunakan tenaga kerja manusia. Jumlah pekerja aktif Isuzu Fujisawa Plant mencapai 8.719 orang.

“Proses produksi yaitu welding, dari 95 persen prosesnya dikerjakan oleh robot. Namun untuk memberikan kualitas yang prima, kejelian sumber daya manusia tetap diperlukan terutama pada proses produksi seperti final assembly dan inspection,” tutur Ritsuka.

Pusat perakitan truk Isuzu ini dilengkapi 4 bangunan utama. Gedung utama diperuntukkan buat proses stamping, painting, welding dan final inspection. Meski tak diberi kesempatan melihat langsung, wartawan diinformasikan proses pembuatan bahan baku kabin truk juga dilakukan di bangunan ini.

Sementara bangunan kedua berfokus pada proses perakitan truk. Adapun bangunan ketiga tempat pembuatan as roda, serta bangunan terakhir untuk aluminium die casting alias proses manufaktur, dan proses transmission. Di lokasi ini, ada juga bangunan engineering, Isuzu Plaza atau museum, dan Isuzu logistic.

Berdasarkan penjelasan Ritsuka, pengerjaan satu truk utuh setidaknya makan waktu selama 5 jam. Setiap pekerja, menurutnya, harus betul-betul memastikan tidak ada proses pengerjaan yang cacat.

“Isuzu punya nilai yang disebut dengan Isuzu Monozukuri (IM). Setiap pekerja Isuzu punya mindset bahwa dalam proses produksi, tidak ada satu pun langkah atau tindakan yang berisiko menghasilkan cacat produksi atau defect,” jelasnya.

Kirim Pekerja Belajar Langsung di Jepang

Tiap tahunnya, IAMI mengirim setidaknya 10 pekerja dari Indonesia untuk menyerap ilmu dan teknologi dari Jepang. kumparan bertemu dua di antaranya, Amri dan Siswanto. Keduanya sudah 6 bulan berada di Fujisawa Plant.

Bahasa dan budaya jadi kesulitan yang sampai hari ini harus mereka pelajari terus menerus. Di samping ritme dan aturan kerja yang jauh lebih disiplin.

“Awal dateng rasanya mau nangis, dari segi waktu (perakitan) kalau di Indonesia 30 menit, di sini 4 menit,” ujar Amri.

“Ya kalau budayanya, di mana bumi dipijak, di situ langit yang dijunjung ya,” timpal Siswanto.

Menurut Siswanto, tinggal di negara maju jadi momentum bagi dia untuk menyerap teknologi dan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya untuk kemudian disebar di Indonesia.

“Dengan belajar di sini, secara best practice kita bisa lihat langsung. Kita sambil bekerja dan sambil memperhatikan leadership di Jepang ini seperti apa,” ujar bapak dua anak itu.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *