• Oktober 28, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi anak belajar dengan orang tua. Foto: Art_Photo/Shutterstock
Ilustrasi anak belajar dengan orang tua. Foto: Art_Photo/Shutterstock

Setiap orang tua memiliki kesibukannya masing-masing, sehingga terkadang tidak bisa penuh mengurus anak-anak. Terutama bagi ayah dan ibu yang bekerja, terkadang harus pintar-pintar mencari waktu agar bisa hadir secara penuh bersama si kecil.

Banyak ahli mengungkapkan waktu bonding bersama anak-anak tidak diukur dari durasi, tetapi kualitasnya. Sehingga, meski Anda cuma punya waktu bersama anak sekitar 15-30 menit dalam sehari pun tidak jadi masalah. Karena anak tetap bisa mendapat berbagai manfaatnya, selama ayah dan ibu benar-benar hadir tanpa terdistraksi.

Lantas, seperti apa sih sebenarnya cara bonding yang lebih tepat?

Kata Psikolog soal Momen Bonding yang Tepat Bersama Anak

Nagita Slavina dan Caca Tengker dalam acara Media Briefing bersama Superpell. Foto: Nabilla Fatiara/kumparan
Nagita Slavina dan Caca Tengker dalam acara Media Briefing bersama Superpell. Foto: Nabilla Fatiara/kumparan

Bonding dengan cara apa pun tetap penting, Moms! Menurut Psikolog Klinis Amanasa Indonesia, Marsha Tengker M.Psi., Psikolog, yang perlu diingat momen bonding bukanlah sekadar membuat anak senang dan bahagia. Tetapi, bagaimana selama aktivitas itu dilakukan bisa tercipta momen interaksi satu sama lain.

"Kita sebagai orang tua butuh berkoneksi. Tapi anak-anak butuh lebih banyak, karena dari siapa lagi? Makanya anak berharap minta dipenuhi kebutuhannya dari orang tua. Makanya kita harus lebih peka. Jadi, bonding bukan cuma anak yang senang, tapi kita senang juga. Ada rasa kebahagiaan yang sama dari interaksi antara orang tua dan anak," tutur wanita yang akrab disapa Caca itu dalam acara Media Talkshow bersama Superpell di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (27/10).

Caca menjelaskan, orang tua memiliki peranan penting dalam menyediakan dan memberikan semua kebutuhan yang anak perlukan. Mulai dari makan, pendidikan, hingga kasih sayang.

"Kita juga butuh tahu kebutuhan anak bersama kita. Kadang kita enggak bisa selalu hadir buat anak. Makanya kita harus tahu, anak tuh sebenarnya bukan lagi caper atau banyak drama, tapi ada berbagai kebutuhan yang dipenuhi. Salah satunya ingin penuh berkoneksi dengan orang tua," jelasnya.

Dan sebaiknya juga hindari penggunaan gadget saat sedang menikmati waktu bersama anak. Utamakan komunikasi dua arah, misalnya Anda dapat bertanya: "Kamu lagi pengin apa, nak?", "Kenapa sih mainan ini lagi sering dimainin? Seru banget ya", dan lainnya.

"Dan yang enggak kalah penting, pastikan keamanan dan kebersihan anak. Kita jadi makin aware kebersihan. Kalau enggak ada kebersihan, tidak ada kesehatan. Pastikan aman, sehingga momen bonding bisa dinikmati sama orang tua," ujar Caca.

Kegiatan Bonding Bersama Anak yang Disarankan Psikolog

Ilustrasi orang tua bersama anak. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi orang tua bersama anak. Foto: Shutter Stock

Bonding time bersama anak enggak perlu ribet dan harus di luar rumah, kok! Cara menuturkan bermain di dalam rumah pun bisa sama bermanfaatnya. Misalnya, berkumpul di ruang keluarga dan bermain mainan bersama.

Untuk anak-anak yang lebih kecil, Anda bisa mengajak permainan simpel seperti cilukba, mengumpet, dan melatih gerakan tubuh.

"Jadi hal-hal simpel yang bisa dimulai dari rumah. Kalau anak lebih kecil bisa sensory play. Kalau misalnya masih bayi yang lagi merangkak, bisa juga bermain di lantai sehingga motorik kasarnya terangsang," kata adik Nagita Slavina itu.

Jadi, Caca menyarankan berapa pun waktu yang dimiliki untuk bisa bersama anak, tetap utamakan ngobrol bersama si kecil ya, Moms!

"Tingkatkan interaksi dengan anak. Jadi mulai dari perkembangan kognitif, motorik dan emosional anak juga terstimulasi dengan baik, selama dilakukan dengan atensi yang penuh ketika menikmati momen bonding sama anak," pungkasnya.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *