• Oktober 21, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Di ranah hukum, kekerasan psikis kerap menghantui masyarakat dan dianggap sebagai tindak pidana serius. Aturan UU PDKRT Pasal 7 yang menyatakan “Kekerasan psikis sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 huruf b adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang.” Pasal ini dengan tegas menjelaskan efek kekerasan psikis yang dirasakan korban, meski seringkali sulit untuk mereka sadari.

Apa sih kekerasan psikis itu?

Dampak kekerasan yang terjadi

Kekerasan psikis ialah suatu tindak pidana yang mengakibatkan gangguan kesehatan mental berat ataupun ringan bagi korban yang mengalaminya. Kekerasan psikis, dalam bahasa mudahnya, adalah kekerasan yang mengincar kesehatan mental dan emosi seseorang, bahkan bisa merusak kemampuan jiwa secara signifikan. Tindakan ini seing kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkup keluarga hingga lingkungan sosial bahkan sampai kalangan anak-anak. Dalam tindakan ini, sulit untuk diketahui bahkan korban yang mengalaminya tidak menyadarinya. Gangguan kesehatan mental yang berpengaruh pada korban ialah berupa ketakutan, hilangnya rasa percaya diri dalam bertindak hingga mengalami trauma yang dapat berujung depresi. Sayangnya, banyak orang yang belum menyadari dampak dari tindakan mereka di sekitar.

Kekerasan psikis yang terjadi dalam lingkup rumah tangga, maupun masyarakan difabel dapat berdampak buruk, terlebih pada kalangan anak-anak yang mendapakan kekerasan psikis menunjukkan gejala perilaku maladaptif, seperti menarik diri, pemalu, menangis jika didekati, takut keluar rumah, dan takut bertemu orang lain. dampak ini mengakibatkan bekas dan ingatan trauma sehingga mempengaruhi perkembangan anak.

Dalam hukum Islam, pelaku kekerasan psikis bisa dikenai sanksi Qishah diyal, tetapi hukuman tersebut berubah menjadi Hukuman Ta’zir karena mengandung unsur keraguan di dalamnya. Hukuman Ta’zir tersebut berupa penjara, pengasingan dan/atau denda. Yang mana hukuman tersebut telah ditentukan batas minimal dan maksimalnya sehingga terpenuhinya rasa keadilan.

Bentuk apa saja yang termasuk kekerasan psikis?

Gaslighting, merupakan bentuk kekerasan psikis yang berdampak luar biasa dengan trik manipulasi yang menghancurkan. Korban bisa merasa tidak berharga karena sering diremehkan si pelaku.

Silent Treatment ternyata bisa merusak hati dan pikiran seseorang secara psikis. Terutama saat seseorang sengaja menolak berkomunikasi secara verbal, mengabaikan, atau bahkan memutuskan hubungan dengan seseorang. Tindakan seperti ini bisa membuat korban merasa terasing, tidak dihargai, takut, cemas, putus asa, kesal, dan merasa frustasi. Bahkan, bisa jadi ini adalah bentuk kekerasan psikologis yang tak kalah berdampak.

Dan bentuk lainnya dari tindakan tersebut yang dapat berdampak buruk untuk korban yang mengalaminya, seperti depresi bahkan sampai gejala berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Cara Mengatasi Kekerasan Psikis

Ada beberapa cara mengatasi kekerasan psikis dilingkungan sekitat kita karena yang namanya kekerasan bukan merupakan hal yang baik, bahkan bisa merugikan orang lain. Kekerasan psikis memang tidak akan melukai fisik atau mengakibatkan luka yang terlihat namun, akibat dari kekersan psikis mengakibatkan gangguan pada kesehatan mental atau emosional, lebih parahnya lagi korban akan mengalami penderitaan yang cukup berat. Untuk itu, ada beberapa diantaranya cara agar bisa mengatasi kekerasan psikis.

menciptakan hubungan sosial yang baik

Itulah beberapa diantaranya yang perlu kita perhatikan untuk keberlangsungan hidup yang harmonis dalam keluarga ataupun sosial.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *