• Oktober 28, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Para pengunjuk rasa berkumpul di Terminal Grand Central selama unjuk rasa menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Jumat, 27 Oktober 2023, di New York.  Foto: Jeenah Moon/AP
Para pengunjuk rasa berkumpul di Terminal Grand Central selama unjuk rasa menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Jumat, 27 Oktober 2023, di New York. Foto: Jeenah Moon/AP

Ratusan demonstran menuntut gencatan senjata antara Hamas dan Israel membuat stasiun Terminal Grand Central di New York lumpuh pada Jumat (27/10).

Grand Central merupakan salah tempat transit utama sistem transportasi massal di New York. Laporan mengenai demo diungkap oleh Otoritas Transportasi Metropolitan (MTA).

Para pengunjuk rasa berkumpul di Terminal Grand Central selama unjuk rasa menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Jumat, 27 Oktober 2023, di New York.  Foto: Jeenah Moon/AP
Para pengunjuk rasa berkumpul di Terminal Grand Central selama unjuk rasa menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Jumat, 27 Oktober 2023, di New York. Foto: Jeenah Moon/AP

"Gran Central Terminal ditutup sampai pemberitahuan lanjutan akibat terjadinya protes," kata MTA seperti dikutip dari Reuters.

MTA lewat situs resmi meminta warga mengambil alternatif transportasi lain, atau menyiapkan waktu tambahan.

Berbagai unggahan di sosial media memperlihatkan massa yang membela Palestina membanjiri dalam stasiun sampai jalan 42nd street di depan Grand Central.

Para pengunjuk rasa berkumpul di Terminal Grand Central selama unjuk rasa menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Jumat, 27 Oktober 2023, di New York.  Foto: Jeenah Moon/AP
Para pengunjuk rasa berkumpul di Terminal Grand Central selama unjuk rasa menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Jumat, 27 Oktober 2023, di New York. Foto: Jeenah Moon/AP

Laporan The New York Times, massa yang berdemo berasal dari kelompok Suara Yahudi untuk Perdamaian.

Pada Jumat malam ini, Israel menggempur Gaza habis-habisan lewat darat hingga udara. Bahkan serangan pada hari ini salah satu terbesar sejak perang Hamas-Gaza pecah 7 Oktober 2023 lalu.

Majelis Umum PBB telah menyerukan gencatan senjata. Namun seruan itu ditolak Israel.

Israel bahkan marah dengan hasil rapat tersebut menyatakan akan tetap mempertahankan diri.

"Ini adalah hari yang kelam bagi PBB dan umat manusia," kata Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *