• Oktober 30, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Mohamad Risal Wasal di Gedung DPR, Rabu (5/7/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Mohamad Risal Wasal di Gedung DPR, Rabu (5/7/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membantah sudah ada deal atau kesepakatan yang terjalin antara Indonesia dengan China untuk menggarap Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.

Kabar sudah ada kesepakatan antara kedua negara itu diungkap oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyebut Indonesia akan menggandeng kembali konsorsium China layaknya Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) untuk menggarap Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.

"Belum ada omongan (deal) itu," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Mohamad Risal Wasal, saat ditemui di Stasiun Velodrome Jakarta Timur, Senin (30/10).

Saat dikonfirmasi soal pernyataan Luhut tersebut, Risal mengaku belum mendapat info. "Kalau ada penawaran mungkin saya enggak tahu," tutur Risal.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menhub Budi Karya Sumadi meninjau uji coba Kereta Cepat Jakarta Bandung, Kamis (22/6/2023). Foto: KCIC
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menhub Budi Karya Sumadi meninjau uji coba Kereta Cepat Jakarta Bandung, Kamis (22/6/2023). Foto: KCIC

Luhut sebelumnya mengungkapkan dalam kesepakatan kedua negara untuk menggarap Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Indonesia mendapatkan bunga pinjaman lebih rendah dibanding negara lain.

"Pak Jokowi mau Kereta Cepat Jakarta-Surabaya diteruskan. Tadi saya dengar perjanjian dengan dengan China juga jalan, malah bunganya jauh lebih murah daripada bunga yang ditawarkan negara lain,” kata Luhut melalui postingan akun Instagram pribadinya.

Selain terkait bunga pinjaman yang rendah dari China, Luhut memastikan teknologi kereta cepat dari negara Tirai Bambu itu sudah terbukti di Indonesia dengan rampungnya proyek KCJB.

“Dan teknologinya, kita sudah buktikan dan kita sudah punya pengalaman. Kan ini masalah kunci pertama ini adalah pembebasan tanah yang tidak jelas-jelas itu," ujar Luhut.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *