• Oktober 24, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu di JCC, Rabu (20/9/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu di JCC, Rabu (20/9/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu berharap sikap (attitude) presiden yang terpilih di Pemilu 2024 tidak berubah. Sebab, pemimpin negara tersebut akan mengajak negara lain untuk bekerja sama.

“Ke depannya, siapa pun presiden yang terpilih, attitude (sikap) harus sama, sikapnya akan sama. Kita negara terbuka, ingin kerja sama dengan semua negara, bersatu demi kesejahteraan bersama,” kata Febrio dalam US-Indonesia Investment Summit di Hotel Mandarin Oriental, Selasa (24/10).

Kemenkeu mengantisipasi inflasi serta pertumbuhan ekonomi di tahun 2024. Lembaga keuangan pemerintah yang dipimpin Sri Mulyani itu memprediksi inflasi masih di level 3 persen hingga akhir tahun 2023.

“Ketika kita berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tidak cukup dalam ekonomi jangka pendek, tapi kita melihat apa sumber-sumber pertumbuhan (ekonomi) di tahun depan maupun 5 tahun depan,” imbuhnya.

Kemenkeu mewaspadai nilai tukar rupiah di level menuju Rp 16.000 per dolar AS. Febrio bilang, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan segera meluncurkan kebijakan baru.

Setelah BI menaikkan suku bunga 25 persen menjadi 6 persen pada Rapat Dewan Gubernur bulan Oktober, Kemenkeu juga tengah menyiapkan kebijakan untuk meredam gejolak suku bunga The Fed.

“Ini menjadi faktor eksternal bersama-sama. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter maupun pemerintah dan otoritas fiskal, kita koordinasi menghadapi ketidakpastian,” ujar Febrio.

Kemenkeu memastikan nilai tukar rupiah yang hampir menuju Rp 16.000 tidak berdampak pada postur APBN. Sebab, APBN secara fleksibel menyediakan ruang fiskal untuk menahan efek guncangan ekonomi global.

“APBN aman dan akan aman (dari rupiah mendekati Rp 16.000). Jadi segera kita akan sampaikan, tapi APBN on track,” tuturnya.


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *