• Juni 28, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Kementerian Perindustrian (Kementerian Perindustrian) meminta bea masuk tambahan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) untuk impor tekstil dikenakan dengan tarif maksimal.

“Terkait BMTP-BMAD, kapan dan besarannya berapa, itu terus kita tunggu hari ini di rapat lanjutan karena per sektor. Apakah akan sama atau tidak per sektor itu perlu di-exercise dengan teman-teman yang punya kewenangan di BKF (Badan Kebijakan Fiskal) Kementerian Keuangan dan K/L teknis,” ujar Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin Kris Sasono Ngudi Wibowo dalam konferensi pers Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (27/6).

“Kita harap besarannya maksimal buat teman-teman industri. Kita enggak bisa bilang berapa persen. Angkanya sangat kritis secara besaran,” sambungnya.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Menurutnya, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) mengusulkan bea masuk tambahan, jika dari sisi industri, semakin besar semakin baik. Namun, skala besaran akan tetap diatur oleh BKF Kemenkeu.

Kris berharap pembicaraan soal besaran ini akan diintensifkan. Sebab, salah satu isu yang dibawa dalam konteks pengamanan industri adalah insentif yang bisa dinikmati industri.

“Kita tunggu saja. Semoga maksimal untuk industri, BMAD BMTP seharusnya memberikan efek luar biasa bagi industri. Misalnya, ada penerapan tenaga kerja di situ isu-isu PHK kemudian bisa menahan isu impor,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati segera menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) mengenai pengenaan BMAD dan BMTP untuk sejumlah komoditas impor, khususnya tekstil.

Pengenaan bea masuk tambahan itu sebagai respons atas permintaan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita untuk melindungi bisnis tekstil dalam negeri, yang kini dihantam banjir produk impor.

“Jadi Permenkeu akan keluar berdasarkan permintaan beliau (Menperin) dan Menteri Perdagangan (Zulkifli Hasan). BMTP dan BMAD seterusnya akan di-follow up berdasarkan permintaan Mendag dan Menperin,” ujar wanita akrab disapa Ani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/6) lalu.

[Gambas:Video CNN]

(hapus/sfr)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *