• Juni 22, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menggelar Rintisan untuk Industri pada tahun ini. Tujuannya untuk mempertemukan para pelaku usaha dengan investor baik dari dalam maupun luar negeri.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin Reni Yanita mengatakan industri pengolahan masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun katanya, di tengah masa relaksasi impor sektor ini harus meningkatkan daya saingnya, sehingga diperlukan upaya transformasi teknologinya.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

“Untuk itu, industri dituntut untuk terus mengembangkan inovasi yang mudah beradaptasi dengan tuntutan pasar, meningkatkan nilai tambah, serta mengefisiensikan biaya produksi,” ujarnya dalam acara StartUp for Industry di Kemenperin, Jumat (21/6).

Menurut Reni, StartUp for Industry sudah dilakukan sejak tahun 2018 dan sangat membantu industri kecil Tanah Air berkembang. Bagaimanapun, kegiatan ini menjadi salah satu tujuan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yaitu industri, inovasi dan infrastruktur.

“Bahwa, untuk mengatasi tantangan global dan mewujudkan industri yang inklusif dan berkelanjutan, mendorong implementasi inovasi adalah salah satu strateginya,” kata dia.

Lanjut Reni, langkah preventif untuk melindungi industri dalam negeri tidak terbatas hanya menekan impor. Namun juga meningkatkan penerapan teknologi agar industri lebih produktif dan efisien.

“Saya mengajak pimpinan perusahaan atau asosiasi yang hadir disini dapat mengikuti sesi diskusi pendalaman dengan aktif agar dapat mengidentifikasi kebutuhan industri dan menggali potensi serta peluang dari solusi startup Indonesia,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Kemenperin bekerja sama dengan Asosiasi StartUp for Industri Indonesia (Starfindo). Di mana sudah ada 120 finalis yang sudah mendapatkan pelatihan agar dapat memenuhi standar dan kebutuhan usaha dunia industri.

Dikesempatan yang sama, Kepala Investasi Starfindo Maulana Wiga mengatakan pada tahun ini ada sekitar 45 perusahaan investasi di Asia Tenggara yang akan bergabung dalam ekosistem Startup for Industry. Di mana target investasi yang diharapkan bisa mencapai US$100 juta atau sekitar Rp16 triliun.

“Hari ini nilai nya itu tuh sekitar 20 persen nya on process (dari target) untuk bisa didapatkan oleh startup-startup binaan dari Kementerian Perindustrian,” tutupnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/agt)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *