• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Pejalan kaki berjalan melewati tulisan yang baru diresmikan bertuliskan 29 Oktober Memorial Alley di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, Rabu (25/10/2023). Foto: Anthony Wallace/AFP
Pejalan kaki berjalan melewati tulisan yang baru diresmikan bertuliskan 29 Oktober Memorial Alley di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, Rabu (25/10/2023). Foto: Anthony Wallace/AFP

Korea Selatan menjadikan gang sempit di Distrik Itaewon, Seoul, yang merupakan saksi bisu tragedi 'stampede' saat Halloween 2022 sebagai Memorial Alley untuk mengenang para korban.

Sebanyak 160 orang — sebagian besar berusia muda, meninggal dunia akibat kekurangan oksigen usai berdesak-desakan di gang sempit dan curam tersebut.

Dikutip dari AFP, di lokasi terjadinya stampede kini dihiasi ratusan pesan yang ditulis di kertas berwarna-warni dan ditetapkan sebagai Memorial Alley 29 Oktober 2022, Kamis (26/10).

Pesan-pesan tersebut berisi penghormatan untuk para korban tragedi Itaewon — beberapa di antaranya mengungkapkan kesedihan dan rasa rindu.

Salah satu pesan itu berbunyi: "Sudah setahun berlalu tapi saya terkadang masih memikirkanmu. Saya harap kamu bisa menikmati masa mudamu di surga, meskipun kamu tidak bisa menikmatinya di sini," tulis seseorang.

Dalam upacara peresmian Memorial Alley di Itaewon, salah seorang perwakilan dari keluarga korban, Lee Jung-min, mengatakan upaya ini dilakukan sebagai pengingat di masa depan agar tragedi serupa tidak terulang lagi.

Pejalan kaki berjalan melewati tulisan yang baru diresmikan bertuliskan 29 Oktober Memorial Alley di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, Rabu (25/10/2023). Foto: Anthony Wallace/AFP
Pejalan kaki berjalan melewati tulisan yang baru diresmikan bertuliskan 29 Oktober Memorial Alley di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, Rabu (25/10/2023). Foto: Anthony Wallace/AFP

"Ini adalah tempat untuk mengenang orang-orang yang menjadi bintang di langit di sebuah gang di tengah kota Seoul sambil menikmati kehidupan sehari-hari mereka pada malam tanggal 29 Oktober 2022," kata Lee, yang kehilangan putrinya dalam tragedi itu.

"Ini juga merupakan tempat untuk mengikrarkan keselamatan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan," tambahnya.

Lee beserta ratusan kerabat yang berduka lainnya sampai sekarang masih mencari jawaban penyebab terjadinya tragedi malam itu. Meski telah dilakukan penyelidikan resmi dan penuntutan terhadap pejabat setempat — belum ada satu pun yang dikenakan hukuman.

"Hanya dengan meningkatkan kesadaran melalui investigasi yang jelas mengenai kebenaran dan hukuman bagi mereka yang benar-benar bertanggung jawab, maka semua orang akan dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan aman," jelas Lee.

Pemerintah Seoul tahun ini melarang diadakannya perayaan Halloween di beberapa distrik yang populer untuk berpesta — Itaewon juga termasuk. Banyak toko-toko dan bar sekitarnya memilih untuk tidak mempromosikan diskon atau dekorasi menjelang Halloween yang sudah dekat.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *