• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi uang rupiah. Foto: Aditia Noviansyah
Ilustrasi uang rupiah. Foto: Aditia Noviansyah

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan pada September 2023 melambat menjadi 8,96 persen. Padahal di bulan sebelumnya kredit perbankan tumbuh 9,06 persen.

"Kredit perbankan pada September 2023 tumbuh 8,96 persen (yoy), didukung oleh appetite bank yang masih longgar dan mulai meningkatnya permintaan pembiayaan sejalan dengan kinerja korporasi yang masih tumbuh baik," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Kamis (19/10).

Perry menjelaskan, secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh sektor Jasa Dunia Usaha, Perdagangan, dan Jasa Sosial. Lebih lanjut, pembiayaan syariah juga terus meningkat mencapai 14,69 persen (yoy) pada September 2023.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan sambutan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2023 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/8). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan sambutan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2023 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/8). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit mencapai 8,34 persen (yoy), antara lain didukung oleh penyaluran KUR yang semakin meningkat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor-sektor prioritas, inklusif, dan ekonomi hijau.

"Tentunya dengan memperhatikan perkembangan tersebut, prospek pertumbuhan kredit pada 2023 diperkirakan tetap di kisaran 9-11 persen dan meningkat pada 2024," pungkasnya.


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *