• Oktober 24, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Aplikasi Kredivo Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
Aplikasi Kredivo Foto: Bianda Ludwianto/kumparan

Platform kredit, Kredivo melakukan investigasi terkait video viral debt collector (DC) yang menagih utang kepada nasabah dengan ancaman membunuh.

Lewat akun X, @kredivo mengatakan, dalam kejadian tersebut memang terdapat 4 kolektor (DC) yang terlibat. Hal ini dikarenakan ada 2 nasabah yang terlambat membayar dalam satu rumah tangga.

“Mengirim 2 kolektor untuk menagih 1 pengguna merupakan praktik standar industri,” tulis manajemen.

Adapun 3 dari 4 DC tersebut diklaim sudah bersertifikat SSPI (Sertifikasi Profesi Penagihan Pembiayaan). Sedangkan 1 orang adalah trainee yang menjadi pengamat.

Kredivo juga menyebut, DC tersebut sudah bersertifikat memiliki pengalaman lebih dari 16.000 kunjungan kepada pengguna Kredivo dan tidak ada keluhan yang tercatat.

“Sehingga tuduhan atas ancaman terhadap konsumen yang dilayangkan tidak dapat dijustifikasi,” tambah dia.

Perusahaan juga tetap berkomitmen untuk mematuhi hukum terkait data pribadi konsumen.

“Sehingga kami tidak bisa memberikan informasi terkait rekam jejak pengguna yang membuat kolektor lapangan kami perlu mengambil langkah-langkah yang lebih tega,” kata Kredivo.

Pihaknya juga masih terus menginvestigasi masalah ini dan akan tetap bertanggung jawab secara penuh.

Sebelumnya, viral di media sosial X, video penagihan utang oleh DC Kredivo kepada salah satu nasabanya.

Dalam video itu menyebut, DC datang dan membuat rusuh di rumah nasabah saat menagih utang di malam hari dan mengancam untuk membunuh. Tak hanya itu DC tersebut juga memaksa nasabah untuk menggadaikan aset mereka untuk membayar utang.


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *