• Oktober 28, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi gantung diri. | Foto: Shutter Stock
Ilustrasi gantung diri. | Foto: Shutter Stock

Lampung Geh, Way Kanan – Seorang suami ditangkap polisi lantaran tega membunuh istrinya sendiri di Kampung Bandar Sari, Kecamatan Way Tuba, Way Kanan.

Pria itu berinisial SU (48). Ia ditangkap lantaran bunuh istrinya sendiri berinisial SY (32) warga Kampung Bandar Sari, Kecamatan Way Tuba.

Kapolres Way Kanan AKBP Pratomo Widodo mengatakan, pelaku ditangkap Polsek Way Tuba dan Tekab 308 Satreskrim Polres Way Kanan, pada Kamis (26/10) pagi.

"Pelaku diringkus kurang lebih selama 7 jam dari kejadian peristiwa gantung diri seorang perempuan di dalam dapur rumahnya di Kampung Bandar Sari, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, pada Rabu 25 Oktober sekitar pukul 23.30 WIB," katanya.

Pratomo menjelaskan kejadian itu bermula saat petugas mendapatkan informasi dari warga bahwa telah terjadi bunuh diri dengan cara gantung diri.

Setelah itu, polisi langsung menuju TKP dan melihat korban masih posisi tergantung dengan sehelai kain di kayu di bagian bawah atap atau penyangga rumah korban.

"Saat di TKP ditemukan kejanggalan terhadap peristiwa bunuh diri tersebut sehingga Tim Inafis dan Sidokkes Polres Way Kanan melakukan olah TKP," ungkapnya.

Setelah dilakukan olah TKP selanjutnya jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk dilakukan otopsi.

"Polisi langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap SU (suami korban) yang pertama kali berada di TKP," ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Pratomo, ditemukan kejanggalan-kejanggalan serta bukti yang didapatkan.

"Hasil pemeriksaan, pelaku SU mengakui korban meninggal bukan karena gantung diri melainkan dibunuh dengan cara dibanting dan dicekik," ucapnya.

Selain pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 helai kain selendang motif batik, pakaian korban dan pakaian pelaku.

Atas perbuatan bersangkutan pelaku dapat dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun, namun bisa berkembang,  apabila hasil pemeriksaan pelaku terbukti ada perencanaan akan kami kenai dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup. (Yul/Put)

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *