• Oktober 29, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Budidaya kepiting bakau di Mempawah. Foto: M. Zain/Hi!Pontianak
Budidaya kepiting bakau di Mempawah. Foto: M. Zain/Hi!Pontianak

Hi!Mempawah – Budidaya kepiting bakau di Kabupaten Mempawah saat ini mulai dikembangkan. Salah satunya oleh Zulkarnaen, warga Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.

Dengan memberdayakan 32 pemuda di desanya, Zulkarnaen memulai usaha budidaya dengan 4.000 ekor kepiting bakau.

"Untuk budidaya kepiting bakau ini sudah berjalan sekitar tiga bulan. Bahkan, kami sudah melakukan satu kali panen," ungkapnya kepada Hi!Pontianak, Minggu, 29 Oktober 2023.

"Saat ini ada lebih 4.000 bibit kepiting bakau yang kami budidayakan. Dan Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan melakukan panen ke dua," tambah Zulkarnaen.

Zulkarnaen mengatakan, dalam sekali panen bisa memperoleh 221 kg kepiting bakau. Harganya juga cukup menggiurkan, yaitu sekitar Rp 120 ribu per kilogram.

"Kalau dijual di Singkawang, biasanya mereka mengambil kepiting dengan berat 1 kilogram per 3 ekor. Sedangkan di Pontianak, mereka membeli kepiting dengan berat lebih setengah kilogram per ekor," katanya.

Menurut Zulkarnaen, tak banyak kendala dan permasalahan dalam usaha budidaya kepiting bakau. Yang jadi permasalahan hanya minimnya bibit kepiting bakau.

"Kendala yang kami hadapi permasalahan bibit. Sejauh ini, kita hanya mengandalkan bibit kepiting dari nelayan. Dan jumlah bibit yang dibeli dari nelayan tidak menentu. Semoga ke depan, kita bisa melakukan pembibitan secara mandiri," ujarnya.

Dengan memanfaatkan lahan sekitar setengah hektare, Zulkarnaen dan para pemuda di Desa Pasir membuat kolam rekayasa dengan menyesuaikan habitat kepiting bakau yang dikelilingi hutan mangrove.

"Melihat potensinya sangat bagus, ke depannya kami akan memperluas kolam kami dan semakin mengembangkan usaha budidaya kepiting bakau ini," pungkas Zulkarnaen.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *