• Januari 19, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengkaji rencana kenaikan pajak kendaraan sepeda motor berbahan bakar bensin atau bensin yang dimasukkan.

Hal ini demi mengurangi polusi udara dan untuk mengerek penjualan kendaraan listrik di dalam negeri yang masih kurang peminat.

“Kami juga tadi rapat, berpikir sedang menyiapkan kenaikan pajak untuk kendaraan sepeda motor non-listrik,” katanya dalam acara peresmian perusahaan mobil listrik Build Your Dream (BYD) disiarkan secara berani, Kamis (18/1).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Selain itu, pendapatan negara yang bertambah dengan kenaikan pajak kendaraan bermotor bensin ini nantinya bisa dialokasikan untuk subsidi transportasi publik seperti LRT maupun kereta cepat.

“Sehingga (kenaikan pajak) itu bisa mensubsidi angkutan-ongkos LRT maupun kereta api cepat,” kata Luhut.

Kendati, ia belum menentukan berapa kenaikan tarif dan kapan akan direalisasikan. Sebab, baru akan disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas yang akan datang.

Polusi udara di kawasan Jabodetabek belakangan memang menjadi sorotan publik. Sektor transportasi khususnya sepeda motor menjadi biang kerok utama.

Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) mengungkap pencemaran udara terbesar yang disebabkan oleh sektor transportasi. Yang paling banyak adalah sepeda motor sebesar 45 persen, truk 20 persen, bus 13 persen, mobil diesel 6 persen, mobil bensin 16 persen, dan kendaraan roda tiga 0,23 persen.

“Sepeda motor adalah poluter terbesar, diikuti oleh truk dan bus sebagai kendaraan diesel menyumbangkan polutan yang cukup besar-besar. Populasi sepeda motor yang sangat tinggi di Jakarta (lebih dari 16 juta unit) adalah faktor penyebabnya, selain teknologi sepeda motor memungkinkan emisi per penumpangnya relatif tinggi,” tulis KPBB dalam keterangannya dikutip detik.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *