• Januari 17, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan turun gunung menyelesaikan polemik kenaikan pajak hiburan ke 40-75 persen.

Turun gunung dilakukan Luhut karena ia mendengar kegaduhan soal persetujuan masyarakat saat berada di Bali beberapa waktu lalu. Setelah itu mendengarkan kegaduhan itu, ia langsung mengumpulkan instansi terkait untuk membahas kenaikan pajak hiburan tersebut.

“Jadi, kita mau tunda saja itu dulu pelaksanaannya. Itu kan dari Komisi XI, bukan dari pemerintah ujug-ujug terus jadi begitu,” tutur Luhut di akun Instagram pribadinya, Rabu (17/1).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

[Gambas:Instagram]

“Sehingga kemarin kita putuskan ditunda, kita evaluasi, dan kemudian judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Saya pikir itu harus kita maklumi karena keberpihakan kita kepada rakyat kecil sangat tinggi, karena itu banyak liputan pedagang-pedagang kecil juga,” imbuhnya.

Kisruh pajak hiburan ini disebabkan oleh UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Berbagai usaha pelaku di sektor hiburan memprotes beleid itu, mulai dari pengacara Hotman Paris Hutapea hingga penyanyi sekaligus pemilik bisnis karaoke Inul Daratista.

Mereka merasa kenaikan tarif pajak bisa mematikan industri hiburan di tanah air.

Maklum, pada UU HKPD, tarif pajak kelompok diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa dikerek jadi 40 persen-75 persen. Padahal, aturan sebelumnya, yakni UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, tidak mencantumkan batas bawah pajak hiburan kelompok tersebut.

“Jadi, hiburan jangan hanya dilihat diskotek, bukan. Ini banyak sekali berdampak pada yang lain, orang yang menyiapkan makanan, jualan, dan sebagainya. Saya kira saya sangat pro dengan itu (kajian ulang UU HKPD) dan saya tidak melihat ada alasan untuk kita menaikkan (hiburan pajak),” tutup Luhut.

[Gambas:Video CNN]

(skt/agt)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *