• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Kegiatan OSIS di MAN 1 Yogyakarta. Foto: MAN 1 Yogyakarta
Kegiatan OSIS di MAN 1 Yogyakarta. Foto: MAN 1 Yogyakarta

Dua calon wakil presiden (cawapres) yang akan bertarung di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ternyata alumni madrasah yang sama di Yogya, yakni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta.

Mereka adalah Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Mahfud lulus dari MAN 1 Yogyakarta tahun 1977, saat sekolah tersebut masih bernama Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN). Sedangkan Muhaimin lulus dari MAN 1 Yogyakarta tahun 1985.

Wakil Kepala Bidang Humas MAN 1 Yogyakarta, Suyanto, mengatakan bahwa kunci keberhasilan sekolah dalam melahirkan tokoh-tokoh besar adalah matangnya kegiatan organisasi siswa di MAN 1 Yogyakarta sejak dulu sampai sekarang.

Dua cawapres Indonesia, Mahfud MD (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kanan). Foto: Twitter Mahfud MD
Dua cawapres Indonesia, Mahfud MD (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kanan). Foto: Twitter Mahfud MD

Dalam kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) misalnya, dalam proses pemilihan Ketua OSIS mereka sudah menggunakan sistem demokrasi seperti yang dilakukan di Komisi Pemilihan Umum (KPU), bahkan proses pemungutan suaranya sudah dilakukan dengan cara digital.

“Ada panitia pemilu, ada kampanye, orasi masing-masing calon, jadi kita mencoba menarik sistem kenegaraan yang ada ke dalam kegiatan sekolah,” kata Suyanto, saat ditemui di kantornya pada Kamis (19/10).

Bahkan para siswa diajak untuk melakukan simulasi sidang paripurna di kantor DPRD DIY. Ada juga siswa yang mengikuti kegiatan parlemen remaja di Kantor DPR RI, di sana mereka juga mengikuti proses sidang dan sebagainya.

“Itu kan membekas sekali ke anak. Ke depan saya kira dampaknya juga besar, karena pengalaman-pengalaman langsung itu pasti akan membentuk mental dan pikiran mereka,” jelasnya.

MAN 1 Yogya, Sekolah Almamater Mahfud-Cak Imin Punya 29 Ekskul

Belum selesai, OSIS ternyata hanya satu ekstrakurikuler yang ada di MAN 1 Yogyakarta. Di luar OSIS, ada banyak sekali kegiatan ekstrakurikuler yang bisa menjadi wadah para siswa untuk melatih kepemimpinan maupun mengasah minat dan bakatnya.

Mulai dari Gerakan Pramuka, Palang Merah Remaja, Seni Karawitan, Pencak Silat, Jurnalistik, dan masih banyak lagi.

“Bukan hanya OSIS, kita organisasi siswa itu ada 29 ekstrakurikuler yang bisa dipilih siswa sesuai bakat dan minatnya, dan masing-masing bisa berkembang di situ,” ujarnya.

Wakil Kepala MAN 1 Yogyakarta Bidang Humas. Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja
Wakil Kepala MAN 1 Yogyakarta Bidang Humas. Foto: Widi RH Pradana/Pandangan Jogja

Namun, bukan berarti sekolah mengesampingkan kegiatan akademik siswanya. Guru-guru di MAN 1 Yogya menurutnya selalu berusaha untuk melakukan inovasi dalam kegiatan pembelajaran, sehingga ilmu yang diajarkan bisa diterima dengan baik oleh siswa. Dan hampir 100 persen siswa MAN 1 Yogya, sudah tahu ke mana mereka akan melanjutkan studi mereka ketika akan lulus.

“Mereka sudah punya tujuan untuk melanjutkan ke kampus-kampus yang bonafide,” ujarnya.

Suyanto yang juga alumni MAN 1 Yogyakarta lulusan tahun 1996 melihat memang ada beberapa hal yang berubah dalam proses pembelajaran di sekolahnya. Perubahan itu tak terelakkan, sebab lembaga pendidikan harus bisa juga mengikuti perkembangan zaman.

Ekstrakurikuler Pramuka di MAN 1 Yogyakarta. Foto: MAN 1 Yogyakarta
Ekstrakurikuler Pramuka di MAN 1 Yogyakarta. Foto: MAN 1 Yogyakarta

Namun ada satu hal yang tak pernah berubah dari sejak ia menjadi siswa 27 tahun silam, sampai kini ia menjadi guru di sana.

“Anak-anak selalu kita ini selalu kita motivasi, kalian adalah calon pemimpin bangsa, begitu juga ketika saya masih jadi siswa di sini. Itu selalu kita tanamkan ke anak sehingga mungkin melekat ke alam bawah sadar anak,” kata Suyanto.

Sebagai informasi, bahwa alumni MAN 1 Yogyakarta yang menjadi tokoh ternama bukan hanya Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar. Masih banyak tokoh-tokoh lain yang merupakan alumni MAN 1 Yogyakarta.

Mulai dari Muammar Zainal Asyikin, seorang qori dan hafidz senior Indonesia; ada juga Eddy Pratomo, seorang diplomat yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia di Jerman; ada juga Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Subhan Cholid; ada juga Safira Machrusah yang pernah menjadi Dubes RI untuk Aljazair; Ahmad Kamil, mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung; dan masih banyak lagi.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *