• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Keberadaan tambang ilegal atau Pertambangan Tanpa Izin (PETI) sangat masif di Aceh. Walhi Aceh (2023) menyebut luas tambang ilegal mencapai 3.5 ribu hektare dan 2.3 ribu hektarenya (66%) masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Menjamurnya tambang ilegal di Aceh tentu mengkhawatirkan, apalagi lokasi tambang berada di kawasan penting yaitu KEL yang ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) oleh pemerintah karena jasa ekologi dan ekonominya. Ditambah keberadaan Taman Nasional Gunung Leuser, sebagai zona inti KEL yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO karena menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati, terutama empat satwa kunci yaitu Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Orang utan Sumatera, dan Badak Sumatera.

Menurut Walhi Aceh sepanjang 2017—2021 sekitar 2 ribu hektare hutan Aceh rusak akibat tambang ilegal, khususnya tambang emas. Tidak hanya merusak hutan, tambang ilegal juga mencemari air, merusak daerah aliran sungai, memicu konflik satwa dan bencana alam. Aparat penegak hukum mengeklaim telah berupaya menertibkan dan menangkap pelaku-pelaku pertambangan ilegal. Namun, ibarat jamur di musim hujan, pertambangan ilegal tumbuh lebih cepat dan lebih banyak. Lantas di mana saja sebaran tambang ilegal di Aceh? Mengapa pertambangan ilegal di Aceh belum juga teratasi? Dan mengapa penegakan hukum saja tidak efektif?

Peta Sebaran PETI di Aceh

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *