• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Menteri Pertanian Amran Sulaiman ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (27/10/2023).  Foto: Akbar Maulana/kumparan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (27/10/2023). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman percaya diri pihaknya bisa membuat Indonesia swasembada beras lagi, alias tidak perlu impor beras untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Indonesia kembali mengimpor beras melalui penugasan Bulog pada tahun 2022, dan terus berlanjut di 2023. Tahun 2024, pemerintah berencana mengalokasikan impor 2 juta ton beras lagi melalui Bulog.

"Target kita ke sana (setop impor beras). Dulu pernah swasembada. 2017 enggak ada impor, 2019 enggak ada, 2020 enggak ada, 2021 enggak ada, mulai 2022 dan 2023," kata Amran saat ditemui di Kantor Kementan Jakarta, Jumat (27/10).

Optimisme Amran itu bukan tanpa alasan, pasalnya Indonesia mampu swasembada beras ketika Kementerian Pertanian dia pegang pada periode 2014-2019.

"Bisa (swasembada). Yang melakukan ya teman-teman, yang buat swasembada ya teman-teman. Empat tahun kita swasembada. Jadi bisa. Sudah hampir bisa ekspor," kata dia.

Sebelumnya, Plt Mentan Arief Presetyo Adi mengatakan pemerintah menargetkan produksi beras mencapai 35 juta ton pada 2024. Atas target tersebut, Amran meminta jajarannya menaikkan target tersebut.

"Bantu aku naikkan lagi di atas itu. Saya biasanya kalau dia minta target 35 juta ton, aku suruh naikkin. Kalau meleset (bisa) aman," tegasnya.

Meski begitu, Amran menyadari masa jabatannya di periode kedua Presiden Jokowi kali ini singkat. Untuk itu tahun ini Kementan fokus mempersiapkan, dan swasembada beras diharapkan bisa dicapai dalam dua atau tiga tahun ke depan.

"2-3 tahun. Maksimal 3 tahun. Bisa saja 2 tahun," pungkas dia.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *