• April 7, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

mudik lebaran tak selalu dirasakan semua orang. Salah satunya Muhammad Rafli (19).

Di tengah ceria perantauan yang mudik lebaran, pemuda asal Subang, Jawa Barat itu harus tetap bekerja mencari sesuap nasi. Pasalnya, ia harus bekerja hingga hari Lebaran nanti.

Sembari menyeruput kopi panas dan sebatang rokok di sela jari tangan spesifikasi, ia melepas lelah sejenak setelah melayani para pengunjung di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Rafli mengaku sedih tak bisa merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun, ia juga senang karena mendapat tambahan uang lembar.

“Sedihlah sebenarnya. Tapi kan dapat uang lembur kak, butuh duit kita, jadi sedih campur senang lah,” kata dia saat ditemui CNNIndonesia.com, Sabtu (6/4).

Rafli mengaku dirinya akan berusaha menyempatkan diri untuk pulang ke Subang di tengah kesibukannya bekerja. Apalagi jarak dari Karawang ke Subang pun tak terlalu jauh.

“Kalau bisa sih mau pulang sebentar, tergantung nanti dapat menggeser kerja pagi atau malam. Kalau pagi ya malamnya pulang bentar, kalau malam ya pagi lah saya sempatin,” ujarnya.

Meski begitu, Rafli menyebut orang tua dan keluarganya sudah memahami kondisi dirinya yang mungkin bisa saja tak pulang untuk merayakan Lebaran.

“Ya mereka paham kok, kan saya kerja juga buat keluarga, sedih sih pasti, tapi ya mau gimana lagi,” ucap Rafli.

Segendang sepenarian dengan Rafli, Fiki pun harus menjalani nasib serupa. Terlebih lagi, ini merupakan tahun ketiga Fiki tak bisa merayakan Lebaran bersama keluarga karena harus bekerja demi meraup pundi-pundi tambahan.

Meski sudah tahun ketiga, perasaan sedih tak bisa merayakan Lebaran bersama keluarga tetap dirasakan oleh Fiki. Namun, ia mengaku mencoba mengambil hikmah dari apa yang dijalaninya ini.

“Ya ambil baik aja kak, saya bisa dapat uang lembur kalau kerja, kan itu buat keluarga juga, jadi keluarga juga senang,” ujarnya.

“Ya paling nanti salat Ied dulu sama keluarga, terus lanjut kerja, karena kita cuma dikasih waktu sampai jam 10.00,” lanjutnya.

[Gambas:Video CNN]

(dis/agt)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *