WK MEDIA STORE

Momen Cak Imin Baca Puisi "Kepada Orang Patah Hati" Karangan Raditya Dika – WK MEDIA

WK MEDIA –

Bacawapres Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar usai menjalani tes kesehatan di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (13/10). Foto: Haya Syahira/kumparan
Bacawapres Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar usai menjalani tes kesehatan di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (13/10). Foto: Haya Syahira/kumparan

Bacawapres Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar menghadiri pameran, lelang dan orasi kebudayaan di Tugu Kunstkring Paleis di Menteng, Jakarta Pusat, (26/10).

Di hadapan para seniman, Cak Imin unjuk kebolehan membacakan sebuah puisi karangan penulis sekaligus komedian, Raditya Dika, yang berjudul "Kepada Orang yang Baru Patah Hati".

“Di akhir sambutan ini saya boleh baca puisi ya? Ada puisi yang menurut saya sangat indah dan cocok buat yang sedang patah hati,” kata Imin di lokasi.

Bacawapres Koalisi Perubahan Muhaimin Iskandar di pameran lelang lukisan dan orasi budaya di Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Kamis (26/10/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan

Ia terlihat sudah menyiapkan secarik kertas sejak awal sambutannya.

Kepada orang yang baru patah hati

Persilahkan dirimu bersedih.

Orang-orang punya pandangan yang aneh tentang bersedih.

Seakan-akan bersedih adalah hal yang tabu, seakan kamu harus buru-buru tertawa.

Setelah hal buruk menimpah, tapi tidak!

Seperti hujan di tepi senja, kamu harus membiarkan setiap sendu yang ada.

Setiap kematian butuh peratapan, begitu pun cinta yang telah mati, maka lakukanlah apa yang orang patah hati lakukan.

Menangis hingga kamu tidak bisa mendengar suaramu sendiri, makan coklat sebanyak-banyaknya, mandi air panas hingga jarimu pucat, pergi ke kafe dengan tatapan nanar, pesan satu buah es teh manis karena kopi mungkin terlalu pahit untuk diminum di saat seperti ini.

Izinkanlah dirimu bersedih.

Menangislah seakan ini terakhir kalinya kamu dikecewakan seseorang.

Menangislah seakan kamu lupa caranya berharap.

Kepada orang yang baru patah hati

Setelah kamu bosan bersedih.

Inilah saatnya kamu mengangkat dirimu kembali.

Mulai dengan hal yang mudah, kamu bisa mulai mencoba mengambil gitar dan mengambil nada-nada mayor yang bahagia.

Ambil piano dan bermain soneta yang indah, atau jika kamu tidak bisa bermain musik lihatlah dirimu di depan cermin dan bersenandunglah.

Lalu di antara nada-nada itu bisikkan kepada dirimu sendiri "Aku pantas untuk bahagia".

Kepada orang yang baru patah hati

Selalu ada teman untuk menemani kamu, pergilah bertemu teman mu.

Tertawalah sampai lupa waktu.

Tanyakan kabar teman yang lain, pamerlah keberhasilanmu dibidang-bidang yang kamu suka.

Dan jika memungkinkan nongkronglah sampai kamu di usir dari tempat itu, emang sih kenangan terhadap dirinya kadang masih sering menganggu.

Tempat yang kalian pernah datangi tidak akan terasa sama.

Teman yang belum tau mungkin akan menghampirimu dan bertanya "Si dia mana ya?" yang kamu akan balas dengan senyum tipis, entah bagaimana menjawabnya.

Tapi percayalah satu hal, semua ini akan berlalu, sama seperti hal lain di dunia, semua hal buruk pasti akan beranjak pergi, hujan pasti akan terganti langit biru, gelap pasti terganti terang, dan luka pasti terganti dengan senyuman tipis di bibirmu.

Kepada orang yang baru patah hati

Bersabarlah, karena di setiap gelap ada cahaya kecil, karena di setiap sakit ada pembelajaran, karena kamu pantas untuk bahagia kembali.

Lukisan yang dibeli Muhaimin Iskandar saat lelang lukisan. Foto: Haya Syahira/kumparan

Sebelumnya, Cak Imin sempat menyinggung mengenai pentingnya dana abadi kesenian untuk menunjang kiprah para seniman.

“Indonesia belum sepenuhnya memberikan penghargaan kepada karya cipta dan seni budaya itu, salah satu buktinya belum dana abadi yang memadai bagi apresiasi kebudayaan kita. kita memiliki kekayaan yang luar biasa tetapi tidak memiliki dana yang tersedia dalam negara dan pemerintah,” kata Imin dalam sambutannya.

Imin pun membawa pulang dua buah lukisan, yaitu lukisan bergambar Anies dan dirinya tengah berada di sebuah perahu dan lukisan berwajah kiai NU. Nantinya lukisan ini akan ia pajang di kantor pusat PKB.

]

Sumber

Exit mobile version