• Maret 6, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Investasi bank Morgan Stanley memutus hubungan kerja (PHK) terhadap 9 persen karyawan di unit bisnis manajemen asetnya di Cina.

Informasi ini diperoleh Reuters pada Rabu (6/3), dua sumber yang secara langsung mengetahui permasalahan ini mengatakan PHK dilakukan karena pasar saham China sedang merosot.

Hal itu, kata mereka, turut mengurangi sektor dana prospektif senilai US$3,8 triliun atau sekitar Rp59.736,57 triliun (asumsi kurs Rp15.720 per dolar AS).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Menurut para sumber yang tak mau disebutkan namanya, Morgan Stanley Investment Management China mulai mengurangi jumlah karyawannya pada bulan Desember silam. Setidaknya, ada 15 karyawan yang dirumahkan.

Ini adalah pertama kalinya Morgan Stanley melakukan PHK terhadap karyawan di unit dana China sejak membeli 36 persen saham mitra lokalnya, dengan harga sekitar US$54 juta atau Rp848,3 miliar pada tahun 2023.

Sayangnya, pihak Morgan Stanley masih belum memberikan tanggapannya mengenai berita PHK ini.

PHK ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan global, termasuk JPMorgan dan BlackRock di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini. Hal ini juga seiring dengan kelesuan ekonomi yang berlarut-larut yang menghantam pasar-pasar di sana.

Sekadar informasi, indeks blue-chip CSI300 China merosot ke posisi terendah dalam lima tahun terakhir pada bulan lalu, usai merosot 11 persen pada tahun 2023, disebabkan oleh krisis utang di sektor properti dan berkurangnya stimulus pemerintah yang mencakup skala besar.

Melemahnya pasar saham China telah memukul selera investor lokal, yang mengakibatkan penarikan besar-besaran dari reksa dana saham yang dikelola secara aktif.

PHK oleh Morgan Stanley di unit dana China menambah suramnya prospek pekerjaan yang fokus pada China di sektor keuangan, termasuk perbankan investasi.

Pasar reksa dana domestik Tiongkok mengalami pertumbuhan aset sebesar 6 persen pada tahun 2023, naik 1 persen pada tahun 2022. Bermulanya peluncuran tahunan sebesar lebih dari 27 persen pada tahun 2020 dan 2021.

Menurut keterbukaan informasi perusahaan, Morgan Stanley IM China yang berbasis di Shenzhen mengalami penurunan aset kelolaan setiap kuartal setelah mencapai puncaknya pada Juni 2021, dengan aset yang anjlok 53 persen menjadi 19,8 miliar yuan atau Rp43,23 triliun (asumsi kurs Rp2.183 per yuan Tiongkok) pada akhir 2021.

Sementara menurut laporan keuangan mantan mitra usaha patungannya, Huaxin Securities, unit ini mencatat kerugian operasional sebesar 48,5 juta yuan atau Rp105,8 miliar pada tahun 2022 dan 23,2 juta yuan atau Rp50,6 miliar pada paruh pertama tahun 2023.

Perusahaan AS ini untuk pertama kalinya mempekerjakan seorang kepala investasi di Morgan Stanley IM China, Alex Zhou, untuk mengarahkan bisnis investasi. Zhou sebelumnya bekerja di AIA, di mana ia menjabat sebagai kepala ekuitas.

Seorang sumber lain mengungkap pengurangan jumlah karyawan dan pemanasan Zhou merupakan bagian dari inisiatif Morgan Stanley IM China yang sedang berlangsung untuk mengkalibrasi ulang bisnis setelah mengambil alih kepemilikan penuh tahun lalu.

Salah satu dari dua sumber pertama mengatakan bahwa ‘bermain defensif’ di tengah-tengah prospek penggalangan dana yang lebih lemah juga menjadi alasan utama PHK ini.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *