• Oktober 18, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Kondisi kehancura usai serangan yang menghantam Rumah Sakit Ahli Arabdi Kota Gaza, Rabu (18/10/2023).  Foto: MAHMUD HAMS / AFP
Kondisi kehancura usai serangan yang menghantam Rumah Sakit Ahli Arabdi Kota Gaza, Rabu (18/10/2023). Foto: MAHMUD HAMS / AFP

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah Indonesia membawa Israel ke Mahkamah Pengadilan Internasional. Hal ini dilakukan guna melindungi kemanusiaan dalam perang Palestina-Israel.

Langkah ini sudah dilakukan Spanyol. Ia berharap makin banyak negara yang melakukan hal sama termasuk Indonesia.

"Menyerukan kepada negara-negara lain termasuk Indonesia untuk ikut bersama-sama mencari jalan menyeret Israel ke Mahkamah Pengadilan Internasional," kata Ketua MUI Bidang Hublu dan Kerja Sama Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangannya, Rabu (18/10).

"Langkah ini penting untuk menegaskan bahwa kita semua harus melindungi kemanusiaan meskipun dalam keadaan perang. Israel sedang tidak berperang dengan menjunjung tinggi etika, tapi sedang melakukan penghancuran dan kerusakan dengan cara-cara bengis," tambahnya.

Sudarnoto menilai semua negara yang sehat akan menyatakan Israel telah melakukan kejahatan perang dan harus dihukum berat. Amerika dan NATO terlibat secara langsung dalam kejahatan perang serta genosida yang paling kejam abad ini.

"Pasukan dan penguasa Israel semakin kehilangan kendali dan akal sehatnya. Mereka telah bangkrut dan kalah secara moral dan politik. Israel telah runtuh di mata dunia dan tinggal menunggu detik-detik keruntuhan. Mereka sedang menciptakan neraka bagi mereka sendiri," tutur Sudarnoto.

Menurut Sudarnoto saat ini aliansi negara-negara dan civil society sudah mulai menguat membela Palestina untuk kedaulatan serta kemerdekaan Palestina. Dengan begitu, Israel akan semakin terkepung oleh kekuatan global dari mana pun berasal.

MUI juga meminta Dewan Keamanan PBB dan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengambil langkah konkret terkait perang Palestina-Israel.

"Mendorong Dewan Keamanan PBB Dan OKI untuk segera melakukan pertemuan darurat, jangan diam dan beretorika. Harus ada langkah konkret untuk kemerdekaan Palestina," tutur Sudarnoto.

"Bagi umat Islam diserukan salat gaib, doa qunut nazilah dan perkuat aksi kemanusiaan," pungkasnya.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *