• Oktober 23, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers terkait pertemuan ASEAN Tingkat Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan (AFHMM) di Jakarta, Kamis (24/8) Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers terkait pertemuan ASEAN Tingkat Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan (AFHMM) di Jakarta, Kamis (24/8) Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Presiden Jokowi tengah merumuskan kebijakan baru untuk menghadapi pelemahan daya beli masyarakat karena harga pangan malah. Meroketnya harga pangan, salah satunya disebabkan musim kemarau berkepanjangan karena El Nino.

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat dengan Presiden Jokowi bersama para menteri terkait dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/10).

Kami sedang menyiapkan berbagai langkah paket kebijakan nanti agar sektor riil tetap terjaga, masyarakat kelas menengah terutama kelompok bawah daya belinya terutama dalam menghadapi El Nino bisa didukung melalui instrumen yang akan segera kita rumuskan," katanya.

Sri Mulyani menyebut di dalam kebijakan nanti akan ada penyesuaian baru untuk menjaga stabilitas harga pangan hingga inflasi. Tapi dia tak menyebutkan detail strategi yang diambil.

"Ada adjustment pasti, namun itu adalah di dalam untuk terus menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap bisa berjalan secara sustainable," terangnya.

Selain masalah sektor riil, dalam rapat tadi juga Sri Mulyani melaporkan kondisi ekonomi global yang akan berdampak ke Indonesia mulai dari nilai tukar rupiah yang sore ini hampir sentuh Rp 16.000 per USD.

Presiden Joko Widodo didampingi Menkeu Sri Mulyani (kanan) mengikuti KTT LB G20 dari Istana Bogor, Kamis (26/3). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo didampingi Menkeu Sri Mulyani (kanan) mengikuti KTT LB G20 dari Istana Bogor, Kamis (26/3). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

Dari sektor keuangan, pemerintah juga akan pantau terus stabilitas perbankan, pasar modal, dan juga lembaga keuangan bukan bank, termasuk pergerakan investor yang akan membeli surat berharga dan juga yang akan menariknya keluar, merespons kebijakan suku bunga acuan The Fed di AS.

"KSSK akan berkumpul pada akhir bulan ini sesuai dengan waktu berkumpul atu rapat berkala, dan nanti kita akan terus melakukan secara teliti berbagai kondisi sektor keuangan termasuk kita terus melakukan berbagai stress test untuk meyakinkan bahwa sektor keuangan akan baik," ujarnya.


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *