• Oktober 31, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ibu hamil naik turun tangga Foto: Shutter Stock
Ibu hamil perlu selalu menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya dan bayi di dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu perlu hati-hati saat beraktivitas, seperti saat naik kendaraan umum, hingga naik turun tangga.

Mengutip Mom Junction, naik turun tangga bisa berisiko jika dilakukan saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga. Namun jika dilakukan dengan hati-hati, aktivitas ini juga bisa memberikan manfaat untuk ibu hamil. Apa saja?

5 Manfaat Naik Turun Tangga untuk Ibu Hamil

Ibu hamil naik turun tangga Foto: Shutter Stock

1. Mengurangi sakit punggung

Aktivitas fisik seperti jogging, berjalan atau naik tangga selama awal kehamilan dapat mengurangi terjadinya beberapa keluhan yang kerap dirasakan ibu hamil seperti sakit punggung dan pembengkakan pada kaki. Naik turun tangga juga dapat membuat ibu hamil lebih bugar karena membuatnya aktif bergerak.

Kenaikan berat badan yang terjadi selama kehamilan adalah hal yang normal. Tapi, jika kenaikan terjadi secara berlebihan justru dapat memberikan risiko yang buruk bagi ibu dan janin.

Menurut Dr. Priya Shukla, Spesialis Obstetri-Ginekologi di Queen’s Gynecology Clinic, India, aktivitas naik turun tangga dapat membantu ibu hamil menjaga berat badannya berada pada titik yang normal selama kehamilan.

“Kami mendorong ibu hamil untuk melakukan olahraga ringan seperti berjalan, menaiki tangga dan berlatih yoga untuk meningkatkan staminanya. Olahraga membuat ibu hamil tidak menambah berat badan yang berlebihan serta membuatnya tetap ceria karena hormon endorfin yang dihasilkan selama aktivitas fisik,” jelas dokter Priya seperti dikutip dari laman Queen’s Gynecology.

3. Menurunkan risiko preeklamsia

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Heart Association, menunjukkan bahwa naik turun tangga selama awal kehamilan dapat menurunkan risiko preeklamsia.

Menurut penelitian tersebut, ibu hamil yang bergerak secara aktif bisa menurunkan risiko preeklampsia sebanyak 29 persen dengan menaiki satu hingga empat tangga saja.

4. Mencegah diabetes gestasional

American Diabetes Association mengatakan bahwa naik turun tangga pada awal kehamilan dapat mengurangi kemungkinan terkena diabetes gestasional. Ini merupakan salah satu komplikasi umum selama kehamilan yang terjadi saat hormon insulin tidak bekerja dengan baik, sehingga kadar glukosa di dalam tubuh ibu hamil pun meningkat.

Menurut Being The Parent, menaiki tangga secara teratur selama awal kehamilan bermanfaat bagi ibu hamil karena membuatnya tetap aktif dan dapat meningkatkan sirkulasi darah. Ibu hamil yang sehat karena kerap melakukan aktivitas fisik sederhana seperti naik turun tangga dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan yang mungkin dialami selama kehamilan.

Tips Aman Naik Turun Tangga saat Hamil

Ibu hamil naik turun tangga Foto: Shutter Stock

Saat menaiki atau menuruni tangga, ibu hamil harus menggunakan sisi tangga untuk berpegangan. Bila ibu hamil memegang sesuatu di satu tangan, maka tangan lainnya harus digunakan untuk menggenggam pegangan tangga dengan kuat.

2. Jangan naik tangga saat gelap

Pastikan tangga memiliki penerangan yang baik untuk melihat anak tangga dengan jelas. Ibu hamil sebaiknya menghindari naik turun tangga saat gelap. Pencahayaan yang kurang biasanya membuat seseorang melewati dua anak tangga sekaligus tanpa disadari.

3. Permukaan tangga harus kering

Ibu hamil juga perlu mengetahui tangga dalam keadaan basah atau kering. Pastikan untuk menaiki atau menuruni tangga dalam keadaan lantainya kering. Permukaan yang basah dan licin dapat menyebabkan ibu hamil terpeleset.

Sebaiknya ibu hamil berjalan dengan perlahan saat naik turun tangga. Melangkah dengan terburu-buru tidak hanya membuat ibu hamil kelelahan, tapi juga bisa membahayakan keselamatannya. Coba berhenti sejenak saat napas sudah mulai terengah-engah, baru kemudian melanjutkan perjalanan.

5. Pastikan karpet tidak longgar

Beberapa rumah memiliki tangga yang dilapisi dengan karpet. Bila Anda memiliki jenis tangga yang seperti ini, maka pastikan karpet terpasang erat ke lantai dan tidak longgar. Karpet yang longgar akan mudah bergeser saat diinjak, sehingga bisa menyebabkan siapa pun terpeleset.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *