• Oktober 23, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Seorang bayi Palestina di inkubator di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada 27 Juli 2014. Foto: Said Khatib/AFP
Seorang bayi Palestina di inkubator di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada 27 Juli 2014. Foto: Said Khatib/AFP

Sedikitnya nyawa 120 bayi baru lahir dan saat ini ditempatkan di dalam inkubator rumah sakit di Jalur Gaza terancam, gara-gara bahan bakar hampir habis.

Adapun keterbatasan persediaan bahan bakar — beserta barang pokok lainnya seperti makanan, air, dan listrik terjadi akibat 'pengepungan total' yang diberlakukan zionis Israel beberapa pekan terakhir.

Dikutip dari AFP, informasi mengenai kondisi ratusan bayi baru lahir yang malang itu diungkap oleh juru bicara UNICEF, Jonathan Crickx, pada Minggu (22/10).

UNICEF (The United Nations Children's Fund) merupakan salah satu badan PBB yang bertanggung jawab menyediakan bantuan bagi anak-anak di seluruh dunia.

"Saat ini ada 120 bayi baru lahir yang berada di inkubator, 70 di antaranya menggunakan ventilasi mekanis, dan tentu saja ini menjadi perhatian utama kami," ujar Crickx.

Terpisah, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menambahkan, 130 bayi prematur di dalam inkubator berada dalam bahaya akibat kekurangan bahan bakar.

"Jika mereka [bayi-bayi] dimasukkan ke dalam inkubator ventilasi mekanis, menurut definisi, jika Anda memutus aliran listrik, kami khawatir dengan nyawa mereka," tambah Crickx.

Seorang petugas medis Palestina memberi makan bayi di inkubator rumah sakit al-Quds di selatan Kota Gaza pada 15 Januari 2009. Foto: Mehdi Fedouach/AFP
Seorang petugas medis Palestina memberi makan bayi di inkubator rumah sakit al-Quds di selatan Kota Gaza pada 15 Januari 2009. Foto: Mehdi Fedouach/AFP

Sejak Israel membalas serangan bersejarah Hamas pada 7 Oktober lalu, Jalur Gaza telah menjadi target bombardir hingga mengancam keberlangsungan jutaan warga Palestina yang tinggal di sana.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, membalas serangan Hamas dengan memberlakukan 'pengepungan total' di Jalur Gaza sehingga memutus pasokan bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong itu.

Israel melarang pasokan bahan bakar dan listrik yang sangat krusial bagi rumah sakit untuk beroperasi. Situasi semakin diperburuk oleh kekurangan obat-obatan, keterbatasan staf medis, dan keterbatasan fasilitas perawatan untuk ribuan orang yang terluka imbas serangan Israel.

Padahal, rombongan pertama terdiri dari 20 truk pengangkut bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza telah tiba melalui penyeberangan Rafah — tetapi tidak diizinkan masuk oleh tentara zionis Israel.

Listrik adalah salah satu kekhawatiran utama bagi 7 bangsal spesialis di penjuru Gaza yang merawat bayi-bayi prematur. Ke-7 bangsal ini membantu bayi-bayi tersebut tetap bernapas di saat organ-organ mereka belum cukup berkembang.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *