• Oktober 30, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar dalam konferensi pers Devisa Hasil Ekspor di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar dalam konferensi pers Devisa Hasil Ekspor di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati konflik Israel-Hamas menyebabkan risiko geopolitik meningkat sehingga mengganggu perekonomian dunia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar memastikan, sektor jasa keuangan di Indonesia mampu memitigasi risiko meningkatnya ketidakpastian global baik dari suku bunga maupun peningkatan tensi geopolitik.

“Sementara risiko geopolitik global semakin meningkat seiring dengan konflik di Gaza antara Israel dan Hamas yang berpotensi mengganggu perekonomian dunia secara signifikan, terutama jika eskalasi di Timur Tengah yang lebih luas,” kata Mahendra dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Oktober 2023, Senin (30/10).

Mahendra menuturkan, kenaikan yield surat utang di Amerika Serikat (AS) meningkatkan outflow dari pasar emerging market Indonesia. Hal ini mendorong pelemahan nilai tukar mata uang dan pasar obligasi. Ia mencatat tren meningkat pada volatilitas pasar saham, obligasi dan nilai tukar.

Ledakan di Kota Gaza, terlihat dari Sderot di Israel selatan, Jumat (27/10/2023). Foto: Violeta Santos Moura/REUTERS
Ledakan di Kota Gaza, terlihat dari Sderot di Israel selatan, Jumat (27/10/2023). Foto: Violeta Santos Moura/REUTERS

“Di Amerika Serikat pertumbuhan ekonomi kuartal III 2023 tercatat meningkat 4,9 persen dibandingkan kuartal I sebesar 2,1 persen, dengan ditunjukkan pasar tenaga kerja terus membaik dan tekanan inflasi tetap tinggi, hal ini mendorong aksi jual pada pasar obligasi sejalan meningkatnya ekspektasi suku bunga higher for longer, dan peningkatan obligasi untuk membiayai defisit,” lanjutnya.

Sementara itu, kinerja ekonomi di Eropa diprediksi masih mengalami stagflasi. Lalu di Tiongkok, pemulihan ekonomi belum sesuai harapan dan kinerja ekonomi yang masih di level pandemi, meningkatkan kekhawatiran pemulihan perekonomian global.

Di pasar domestik, Mahendra mencermati daya beli masyarakat masih tertekan yang tercermin dari inflasi inti turun, penurunan indeks kepercayaan konsumen, dan kinerja penjualan ritel yang rendah.

“Namun demikian, kinerja sektor korporasi relatif masih baik terlihat dari angka PMI manufaktur yang terus berada di zona ekspansif dan neraca perdagangan yang mencatatkan surplus,” ujar Mahendra.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *