• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga 25 bps ke 6 persen di Oktober 2023. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menilai kebijakan tersebut dapat berdampak ke minat investor untuk investasi di pasar modal Indonesia.

"Namun melihat ada kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia ke 6 persen, hal ini berdampak ke minat investor untuk berinvestasi ke pasar modal Indonesia. Tentunya ada sedikit koreksi," kata Inarno dalam Opening Ceremony Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2023 di Main Hall BEI, Kamis (26/10).

Inarno menyarankan para investor untuk perlu memperkuat pemahaman ekonomi global yang dapat berdampak kinerja perusahaan dan harga saham. OJK mencatat jumlah investor mencapai 11,83 juta Single Investor Identification (SID).

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

"Pertumbuhan investor hingga 19 Oktober telah mencapai 11,83 juta investor atau SID, meningkat 4 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Mayoritas masih didominasi milenial dan Gen Z di bawah 30 tahun dengan persentase sebesar 57,4 persen," ujar Inarno.

Inarno memastikan OJK terus memantau kondisi perekonomian dan pasar modal Indonesia. Otoritas akan mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Investor senantiasa mewaspadai berbagai risiko terhadap putusan investasi diambil untuk menghindari kerugian dan optimalkan potensi kerugian dari keputusan investasi tersebut," ujar Inarno.

OJK melaporkan kapitalisasi pasar (market cap) menembus Rp 10.670 triliun dengan IHSG di level posisi 6.939 atau tumbuh 1,5 persen yoy per 17 Oktober 2023.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *