• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Ilustrasi sawah. Sabtu (8/1/2022) Foto: Abriawan Abhe/ANTARA FOTO
Ilustrasi sawah. Sabtu (8/1/2022) Foto: Abriawan Abhe/ANTARA FOTO

Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, menghadapi ancaman serius dengan semakin sempitnya lahan sawah karena ekspansi lahan kelapa sawit. Data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lebih dari 10.000 hektare lahan sawah di kabupaten ini telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dalam lima tahun terakhir. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga merugikan kondisi pangan dan pertanian berkelanjutan di wilayah ini.

Dampaknya terhadap kondisi pangan mengakibatkan penurunan produksi padi, sumber makanan pokok lokal. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, produksi padi di Pasaman Barat turun sebesar 20%. Ini berarti ketidakstabilan pasokan pangan lokal dan peningkatan harga beras, mempengaruhi daya beli masyarakat dan keberlanjutan pangan.

Pertanian Berkelanjutan akan semakin sulit karena ekspansi lahan kelapa sawit yang menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, pengurangan habitat alami, dan peningkatan risiko erosi tanah. Semua ini mengancam pertanian berkelanjutan, karena tanah yang subur dan sehat adalah kunci untuk pertanian yang berlanjut dan berkelanjutan.

Data Statistik Kabupaten Pasaman Barat

Lahan Sawah yang Hilang: Lebih dari 10.000 hektare lahan sawah telah beralih fungsi menjadi kelapa sawit dalam lima tahun terakhir.

Penurunan Produksi Padi: Produksi padi turun sebesar 20% selama lima tahun terakhir di Pasaman Barat.

Solusi yang ditawarkan:

1. Penerapan Kebijakan yang Ketat

Pemerintah daerah perlu menerapkan kebijakan yang melarang konversi lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit, serta memastikan penegakan hukum yang ketat bagi pelanggar.

2. Pengelolaan Lahan yang Efisien

Peningkatan produktivitas lahan sawah yang tersisa melalui penerapan teknologi pertanian modern dan praktik pengelolaan yang efisien dan berkelanjutan.

3. Diversifikasi Pertanian

Mendorong petani untuk mempraktikkan pertanian diversifikasi dengan menggali potensi tanaman lokal lainnya dan mendukung peternakan yang berbasis pada ekosistem lokal.

4. Kampanye Edukasi dan Kesadaran Masyarakat

Melakukan kampanye edukasi yang intensif kepada masyarakat dan petani tentang pentingnya pelestarian lahan sawah dan praktik pertanian berkelanjutan.

5. Kolaborasi dengan Industri Kelapa Sawit

Mengajak industri kelapa sawit berkolaborasi dalam inisiatif-inisiatif pelestarian lingkungan, pendukung petani, dan pembangunan berkelanjutan.

Dengan langkah-langkah konkret ini, Pasaman Barat dapat melawan krisis lahan sawah, mempertahankan ketahanan pangan lokal, dan mendukung pertanian berkelanjutan yang menjadi tulang punggung kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi semua pihak adalah kunci untuk mengatasi tantangan ini dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan untuk wilayah ini.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *