• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Proses penahanan para tersangka mafia tanah bendungan Paselloreng. Dok: Ist
Proses penahanan para tersangka mafia tanah bendungan Paselloreng. Dok: Ist

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan enam tersangka kasus dugaan korupsi dan mafia tanah, pada proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo.

Mereka yakni:

  1. AA, selaku pejabat Kantor BPN Wajo yang juga Ketua Satgas B;

  2. AJ selaku Kepala Desa Paselloreng;

  3. JK selaku Kepala Desa Arajang;

  4. ND selaku anggota Satgas B perwakilan masyarakat;

  5. NR selaku anggota Satgas B perwakilan masyarakat; dan

  6. AN selaku anggota Satgas B dari Perwakilan masyarakat.

"Kami menaikkan status 6 orang menjadi tersangka. Mereka ditahan karena ditakutkan menghilangkan alat bukti yang berkaitan dengan transaksi dan pembayaran tanah eks kawasan hutan," kata Kasi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi, Jumat (27/10).

Pasal yang disangkakan ke mereka adalah pasal "korupsi bersama-sama", yakni Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Modus

Jokowi di Bendungan Paselloreng. Foto: Dok. Presidential Palace
Jokowi di Bendungan Paselloreng. Foto: Dok. Presidential Palace

Proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Paselloreng berada di atas lahan seluas +1.838 hektare. Lahan tersebut merupakan Kawasan Hutan Produksi Tetap (HPT).

Setelah mengetahui ada kawasan hutan yang dikeluarkan untuk kepentingan lahan genangan Bendungan Paselloreng, maka AA (selaku ketua Satgas B dari BPN Wajo) memerintahkan honorer membuat Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah (Sporadik) sebanyak 246 bidang tanah secara bersamaan pada 15 April 2021 lalu.

Lalu Sporadik itu diserahkan kepada AJ selaku Kepala Desa Paselloreng untuk ditandatangani, dan JK selaku Kepala Desa Arajang turut menandatangani Sporadik untuk tanah eks Kawasan yang termasuk di Desa Arajang.

Isi Sporadik diperoleh dari informasi dari ND, NR dan AN selaku anggota Satgas B dari Perwakilan masyarakat yang mana isi Sporadik yang dimasukkan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Negara Rugi Rp 13,2 Miliar

Bendungan Paselloreng, Sulawesi Selatan Foto: Dok. Kementerian PUPR
Bendungan Paselloreng, Sulawesi Selatan Foto: Dok. Kementerian PUPR

Akibat pembayaran 241 bidang tanah itu, negara pun merugi hingga Rp13,2 miliar.

Bendungan Paselloreng Wajo diresmikan oleh Jokowi pada 9 November 2021 lalu. Bendungan ini dibangun sejak tahun 2005 oleh PT Wijaya Karya dan PT. Bumi Karsa Konsorsium.

Jokowi menyebut bahwa bendungan ini mempunyai kapasitas daya tampung hingga 138 juta meter kubik dan luas genangan sebesar 1.258 hektare.

Bendungan ini diharapkan mampu untuk mengairi 8.500 hektare sawah dan dapat meningkatkan frekuensi tanam para petani di Sulsel.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *