• Januari 16, 2024
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA, Jakarta – Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengira nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa, 16 Januari 2024, melemah. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketegangan di Timur Tengah.

“Rupiah masih mungkin melemah hari ini terhadap dolar AS. Ketegangan di Timur Tengah mungkin menjadi pemicu pelaku pasar masuk ke aset dolar AS sebagai salah satu aset aman sehingga dolar AS menguat terhadap nilai tukar lainnya,” kata Ariston kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan pagi ini indeks dolar AS sudah bergerak di kisaran 102,8, di mana pagi hari sebelumnya di kisaran 102,4.

Terdapat serangan Amerika Serikat dan Inggris ke markas Houthi di Yaman dan serangan balasan dari Houthi ke kapal-kapal komersial AS di Laut Merah.

Ditambah dengan serangan Israel ke Gaza dan rudal dari Lebanon yang menghantam Israel serta gempuran Turki ke pemberontak Kurdi di Irak dan Suriah.

Serangan-serangan tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar karena konflik-konflik tersebut dapat mengganggu perekonomian global.

Iklan

Pagi ini indeks saham Asia juga terlihat bergerak menurun dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Hal itu bisa mengindikasikan bahwa pelaku pasar berusaha menghindari aset berisiko.

Pada perdagangan hari ini, Ariston memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp15.530 per dolar AS hingga Rp15.600 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi tergelincir 26 poin atau 0,16 persen menjadi Rp15.581 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.555 per dolar AS.

Pilihan Editor: Rupiah Ditutup Melemah, Dipengaruhi Data Ekonomi AS

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *