• Oktober 25, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

VT alias Valen alias Kadz, pelaku penikaman anak usia 2 tahun di Minahasa Selatan.
VT alias Valen alias Kadz, pelaku penikaman anak usia 2 tahun di Minahasa Selatan.

MINSEL – VT alias Valen alias Kadz, warga Teling Tingkulu, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), pelaku penikaman Kenzie Tambun, seorang anak balita berusia dua tahun di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), terancam penjara seumur hidup.

Hal ini seperti disampaikan oleh Kapolres Minsel, AKBP Feri Sitorus. Dijelaskan, pelaku terbukti melanggar pasal 76C Jo Pasal 80 ayat (3) Undang-undang No 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"Juga pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No. 12 tahun 1951 dan tentang membawa, menyimpan dan memiliki atau menguasai senjata tajam tanpa izin," kata Feri.

Menurut Feri, dari pasal yang disangkakan itu, pelaku bisa dijerat dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, atau pidana paling lama 15 tahun, dan atau denda uang paling sedikit Rp50 juta atau paling banyak Rp 3 miliar.

Pada kasus ini, barang bukti yang disita Polres Minsel, adalah senjata tajam jenis pisau yang terbuat dari besi biasa dengan ukuran panjang keseluruhan 26 cm, di mana ukuran mata pisau 18 cm lengkap dengan sarung yang dililit dengan lakban warna hitam.

Kasus penikaman anak usia dua tahun di Minsel sendiri berawal ketika pelaku VT alias Valen alias Kadz bersama dengan seorang perempuan yang merupakan pacarnya berkunjung ke wilayah Minsel dan mencari tempat untuk menenggak minuman keras. Pelaku sendiri sebelumnya sudah meminum delapan butir obat-obatan terlarang.

Korban Kenzie Tambun sendiri dibawa oleh ayahnya ke tempat di mana pelaku berada. Saat di tempat itu, pacar dari pelaku menggendong korban. Sayangnya, pacar dan pelaku kemudian bertengkar dan berujung pelaku ingin menikam pacarnya.

Namun, pada percobaan pertama penikaman, yang kena tikam adalah anak yang digendong pacarnya. Tak puas, pelaku kembali mencoba menikam pacarnya tapi lagi-lagi kena ke badan anaknya yang mengakibatkan pendarahan dan luka serius di lambung.

Pelaku sendiri berhasil kabur ke Manado usai kejadian. Sementara si anak sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum mengembuskan napas terakhirnya saat berada di rumah sakit Prof Kandouw di Kota Manado.

febry

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *