• Januari 16, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Pemerintah mengkaji kemungkinan menyetop pasokan dana abadi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Rp20 triliun per tahun.

Selama ini, pemerintah menganggarkan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan. Dari jumlah itu, sekitar Rp20 triliun diberikan ke LPDP.

Jadi, anggaran pendidikan 20 persen nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan, termasuk penelitian dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan, kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/1).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Dia mengatakan dana Rp20 triliun itu akan diarahkan ke pengembangan riset. Kebijakan itu sesuai dengan perintah Jokowi meningkatkan dana penelitian.

Muhadjir menjelaskan LPDP sebenarnya punya dana abadi Rp136 triliun. Dana itu diputar dan selalu menghasilkan hasil yang tidak seimbang.

Dana imbal hasil itulah yang digunakan untuk membiayai beasiswa LPDP. Menurutnya, dana abadi yang ada saat ini sudah cukup untuk membiayai LPDP.

“LPDP tetap jalan. Saya juga kan ketua dewan penyantun kemarin kita sepakati, kita harus berani berinvestasi di tempat yang agak berisiko, tapi memang juga menguntungkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyoroti minimnya anggaran riset. Dia membandingkan keberpihakan Indonesia terhadap penelitian dengan berbagai negara, termasuk Vietnam.

Dia ingin ada penambahan dana penelitian. Jokowi memerintahkan Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk merumuskan kebijakan sebelum pergantian presiden.

“Pak Nadiem, anggarannya diperbesar. Enggak apa-apa dimulai tahun ini. Nanti kan sudah ganti presiden, tapi dimulai itu yang gede. Jadi, presiden yang akan datang pasti tidak mau melanjutkan,” ucap Jokowi saat membuka Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia di Surabaya, Senin (15/1).

[Gambas:Video CNN]

(agt/agt)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *