Yogyakarta, WK MEDIA

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebut Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) dan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) masih meninjau negara-negara yang mungkin dikenali bea masuk tambahan untuk tujuh komoditas.

Pemerintah, kata Zulkifli, akan menerapkan Penetapan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) untuk melindungi industri di dalam negeri. Namun, sampai sekarang belum ada keputusan mengenai besaran dan target negaranya.

Dalam hal ini, KPPI yang bertugas menentukan BMTP masih meninjau data dari asosiasi industri, Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melihat banyaknya produk impor yang masuk dalam tiga tahun terakhir.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN DENGAN KONTEN

“Yang penting melonjak-lonjak nggak tiga tahun terakhir, nanti dilihat. Kalau sudah dilihat, dihitung, terbukti (melonjak), dihitung, maka bisa dikenakan bea masuk tindakan pengamanan. Besarnya berapa, nanti tim yang menghitung, namanya KPPI,” kata pria yang akrab disapa Zulhas ini di Masjid Kauman, Kota Yogyakarta, Sabtu (6/7).

Sedangkan KADI, kata Zulhas, juga akan memantau impor blockchain guna menentukan BMAD.

“Satu lagi KADI, kalau dilihat nanti melonjak impornya sehingga mematikan usaha di dalam negeri, dilihat nilainya, itu juga bisa dikenakan bea masuk anti dumping. Dari (negara) mana saja, besarnya berapa, nanti mereka yang akan ngitung, jadi ada prosedurnya,” sambungnya.

Zulhas menekankan Kementerian Perdagangan melakukan segala upaya sesuai dengan ketentuan dan aturan, baik aturan nasional maupun yang telah disepakati lembaga-lembaga dunia seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan lain-lain.

“Jadi, seluruh negara di mana pun bisa melakukan tindakan pengamanan, bisa juga mengenakan bea masuk anti dumping atau bea masuk tindakan pengamanan,” katanya.

Pemerintah berencana mengenakan bea masuk hingga 200 persen untuk barang-barang impor. Hal itu untuk menyikapi banjir impor dari Negeri Tirai Bambu seperti termasuk pakaian, baja, tekstil, dan lain sebagainya.

Belakangan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan tujuh komoditas akan dikenakan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP).

Komoditas itu ialah tekstil produk tekstil (TPT), pakaian jadi, keramik, perangkat elektronik, produk kecantikan, barang tekstil sudah jadi, dan lain sebagainya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan rencana pengenaan tarif impor sebesar 200 persen tak hanya menyasar produk China.

Ia menuturkan penerapan tarif pengaman impor sebenarnya sudah berlaku untuk beberapa produk tekstil dan saat ini sedang dalam periode perpanjangan. Menjaga ini berlaku untuk seluruh barang impor tanpa membedakan asal negara tertentu.

[Gambas:Video CNN]

(kum/sfr)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *