• Oktober 19, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Kondisi jalur sepeda di DKI Jakarta, Rabu (7/62023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Kondisi jalur sepeda di DKI Jakarta, Rabu (7/62023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pemprov DKI memastikan jalur sepeda tak akan ditambah. Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pengadaan jalur sepeda saat ini sudah mencapai target pembangunan.

"Pembangunan lajur sepeda di Provinsi DKI Jakarta dimulai pada 2012 sampai dengan 2023 dengan total jaringan jalur sepeda yang telah terbangun sebesar 313,607 kilometer," kata Syafrin dalam keterangannya, Kamis (19/10).

"Sehingga sudah tercapai target pada Perubahan RPJMD 2017-2022 sepanjang 252,1 km dan Insekda Nomor 88 Tahun 2021 Tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah Terbangunnya Lajur Sepeda dengan total 298 km," tambah dia.

Syafrin melanjutkan, jalur sepeda yang telah dibangun telah menjangkau layanan rute angkutan umum massal dan simpul transportasi yaitu halte Transjakarta, stasiun MRT Jakarta, stasiun LRT Jabodebek, stasiun KRL, serta terminal bus seperti Terminal Pasar Senen, Kampung Melayu, Rawamangun, Blok M, Cililitan, dan Pulogadung.

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/2/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan
Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/2/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan

"Jalur sepeda sebagai first mile/last mile dalam strategi Push And Pull Policy," jelas Syafrin.

Ke depannya, anggaran jalur sepeda akan berfokus pada perawatan. Seperti mengganti stick cone dengan 'mata kucing' yang dinilainya lebih aman bagi pengguna jalan, hingga memperjelas lambang jalur sepeda.

Pemprov DKI telah mencabut stick cone yang rusak di 13 ruas jalur sepeda dari Salemba hingga Tugu Tani.

"Pembongkaran stick cone di 13 ruas jalan ini adalah sepanjang 8,335 km atau sebesar 41,45 % dari total 20,110 km jalur sepeda yang telah dipasang stick cone. Saat ini masih terdapat 11,775 km jalur sepeda yang terproteksi dengan stick cone atau sebesar 58,55% dari total panjang jalur sepeda terproteksi dengan stick cone," jelas Syafrin.

"Pencabutan stick cone ini bukan menghilangkan jalur sepeda terproteksi, namun bagian dari kegiatan pemeliharaan. Jalur sepeda dan stick cone yang masih bagus dan berfungsi tetap dipertahankan," tambahnya.

Kondisi jalur sepeda di DKI Jakarta, Rabu (7/62023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Kondisi jalur sepeda di DKI Jakarta, Rabu (7/62023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Syafrin mengatakan, dalam Perencanaan Pemeliharaan Jaringan Lajur Sepeda APBD Tahun Anggaran 2023, telah dirumuskan rekomendasi sebagai berikut:

a. Lajur sepeda masih perlu digunakan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bahwa pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas bagi pesepeda dan pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

b. Pembangunan lajur sepeda sebagai upaya penanggulangan dan pemulihan dampak pencemaran udara berdasarkan Pasal 188 Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

c. Dilakukan pemeliharaan lajur sepeda secara berkala sesuai stagging tahun dan usia teknis perlengkapan jalan sehingga terbagi menjadi 4 kurun waktu (2023-2026) dengan jumlah panjang rata-rata sebesar 80-100 km tiap tahunnya.

d. Penggunaan paku marka jalan sebagai pengganti stick cone lebih baik ditinjau dari segi estetika, kemudahan perawatan, keselamatan dan nilai ekonomis.

e. Diperlukan dukungan dari stakeholder terkait dalam melakukan perbaikan manhole lajur sepeda untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan pesepeda.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *