• Oktober 26, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Anies-Cak Imin, Ganjar-Mahfud, Prabowo-Gibran. Foto: ANTARA FOTO
Anies-Cak Imin, Ganjar-Mahfud, Prabowo-Gibran. Foto: ANTARA FOTO

Sudah 3 pasangan capres-cawapres yang mendaftarkan diri ke KPU. Dari 6 orang yang mendaftar, ada 3 orang yang masih menjabat di pemerintahan: Menko Polhukam Mahfud MD, Menhan Prabowo Subianto, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Dorongan agar mereka mundur dari jabatannya setelah mendaftar di Pilpres. Salah satunya untuk menjaga netralitas mereka dan bebas dari konflik kepentingan.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai para capres-cawapres ini memang sebaiknya mundur dari jabatan. Dengan begitu mereka bisa fokus menghadapi Pilpres ke depan.

"Pejabat publik yang maju tanding itu sebaiknya mundur," kata Adi kepada wartawan, Kamis (26/10).

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. Foto: Dok. Istimewa
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. Foto: Dok. Istimewa

Dosen UIN Jakarta itu mengatakan, secara aturan memang para pejabat bisa hanya mengambil cuti. Tapi, tak ada yang bisa menjamin kinerja mereka di Kabinet Indonesia Maju terganggu bila tetap menjabat.

"Sepanjang tak mengganggu kinerjanya sebagai pejabat publik rasanya tak perlu mundur. Tapi kalau melihat kecenderungan publik baiknya mundur, biar fokus urus politik elektoral," tambah dia.

Sebenarnya, pejabat mundur saat terlibat langsung dalam Pilpres 2024 sudah banyak. Yang terbaru, Wamen BUMN Rosan Roeslani yang langsung mengajukan mundur ke Presiden Jokowi setelah jadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Sebelumnya, ada Andi Widjajanto yang mundur dari jabatan Gubernur Lemhannas setelah gabung ke TPN Ganjar.

]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *