• Oktober 27, 2023
  • ardwk
  • 0

WK MEDIA –

Warga menaiki moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jakarta Bogor Depok Bekasi (Jabodebek), Senin (28/8/2023) sore.
 Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Warga menaiki moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jakarta Bogor Depok Bekasi (Jabodebek), Senin (28/8/2023) sore.
Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Penumpang LRT Jabodebek harap bersabar. Sebab, waktu tunggu atau headway LRT Jabodebek kini menjadi 1 jam untuk naik kereta selanjutnya, dari sebelumnya hanya 15 menit.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo mengatakan, waktu tunggu yang lebih lama karena saat ini LRT Jabodebek hanya menjalankan 9 rangkaian kereta atau trainset untuk melayani 131 perjalanan. Sementara 18 trainset lainnya harus diistirahatkan untuk perawatan pembubutan roda karena aus dan 2 trainset dalam proses perawatan untuk integrasi sistem persinyalan.

Padahal normalnya, LRT Jabodebek memiliki 16 trainset dengan 234 perjalanan setiap harinya. Imbas perawatan roda tersebut, maka sebanyak 103 perjalanan LRT Jabodebek dibatalkan untuk sementara waktu.

"Kami saat ini menjalankan sebanyak 9 trainset, sehingga kami mengatur perjalanan dengan mengurangi frekuensi pada non peak hours di antara jam 10.00-15.00 WIB, keberangkatannya menjadi sekitar 1 jam," ujar Kuswardoyo kepada kumparan, Jumat (27/10).

https://www.instagram.com/p/Cyijj0TMYjk

Meski demikian, Kuswardoyo memastikan transportasi umum yang baru diresmikan 28 Agustus 2023 itu memperpanjang keberangkatan terakhir menjadi pukul 20.12 WIB. "Dan kami perpanjang keberangkatan terakhir menjadi jam 20.12 WIB," jelasnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan pemerintah akan mengevaluasi PT INKA (Persero) buntut dari permasalahan LRT Jabodebek yang kerap alami gangguan.

Sejak Rabu (25/10), LRT Jabodebek beroperasi hanya dengan 9 trainset dan 131 perjalanan. Hal ini terpaksa dilakukan karena kondisi roda kereta yang beroperasi sebagian besar sudah memasuki masa perawatan pembubutan roda untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan.

Arya menegaskan, berdasarkan arahan Presiden Jokowi, pemerintah harus memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri, termasuk perusahaan lokal untuk memproduksi LRT.

"Kita harus beri kesempatan kepada produk lokal kita, ada evaluasi untuk perbaikan, kalau kita enggak seperti ini sampai kapan pun industri kita enggak bisa maju," tegasnya di kantor Kementerian BUMN, Kamis (26/10).


]

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *