• Januari 17, 2024
  • ardwk
  • 0


Jakarta, WK MEDIA

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan penyaluran LPG bersubsidi tabung alias 3 kilogram (kg). elpiji 3kg mencapai 8,05 juta ton pada tahun 2023.

Realisasi ini melebihi kuota LPG pada APBN, yakni sebesar 8 juta ton. Tutuka menyebut penyaluran LPG 3 kg terus meningkat sejak 2017.

“Untuk LPG itu kuotanya sudah dikumpulkan, sebelumnya dari 8 juta menjadi 8,22, ini 8,05. Tapi dari kuota APBN yang besarnya 8 juta ton, ada kelebihan 0,05 juta. Sedikit di atas 8 juta,” kata dia dalam konferensi pers di Gedung Migas, Jakarta Selatan, Selasa (16/1).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Sementara itu, imbuh Tutuka, penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar juga cenderung meningkat sejak 2017, kecuali pada 2020 yang terkontraksi akibat pandemi covid.

Hingga tahun 2023, penyaluran BBM solar mencapai 17,57 juta kilo liter (kl) atau di atas kuota jenis BBM tertentu (JBT) minyak solar pada APBN sebesar 17,0 juta kl.

“Penyaluran kita untuk solar dari kuota APBN memang lebih sedikit, jadi kuota APBN 17 juta kl untuk kuota APBN, penyalurannya 17,57. Ini sekitar 3,3 atau 4 persen ya,” jelas Tutuka.

Kemudian, Tutuka menuturkan penyaluran subsidi minyak tanah cenderung stagnan sejak tahun 2017. Hingga tahun 2023, penyaluran minyak tanah mencapai 0,49 juta kl atau masih di bawah kuota yakni sebesar 0,5 juta kl.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *